#Infrastruktur#jalan

Proyek Jalan Rp2,9 Miliar di Stasiun Rejosari Lamsel Diprotes Anggota Dewan

Proyek Jalan Rp2,9 Miliar di Stasiun Rejosari Lamsel Diprotes Anggota Dewan
Pengerjaan proyek rigid beton Jalan Stasiun Rejosari Natar, Lamsel. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- DPRD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) meminta agar proyek rigid beton jalan menuju Stasiun Kereta Api Rejosari dengan nilai anggaran Rp2,999,999,999 dikerjakan secara serius.

Anggota Komisi III DPRD Lamsel, Lukman mengaku kaget karena pembangunan tidak dilakukan dengan menggunakan alat pemadat semen (concrete vibrator) alias masih dikerjakan secara manual.

"Kalau semennya cair, bisa langsung padat. Kalian ini seperti apa bekerjanya, ini enggak bisa kalau enggak dipadatkan dengan mesin khusus," kata Lukman saat meninjau lokasi pembangunan, Jumat, 3 Desember 2021.  

Baca: Jalan Menuju Stasiun Rejosari bak Kubangan Kerbau

 

Dia meminta pekerjaan manual rigid beton milik Pemda Lamsel ini dipertanggungjawabkan. 

"Harus dipadatkan, jangan sampai jalan ini keropos. Kasihan sama kontraktornya," kata dia. 

Lukman meminta agar para pekerja mau memakai alat pemadat semen saat bekerja. Sebab, menurut dia, hasil pekerjaan tidak akan maksimal jika hanya mengandalan sistem manual. 

"Vibrator harus maksimal. Kalau manual tidak menjamin kualitasnya," kata dia. 

"Jangan-jangan sejak awal tidak pakai vibrator. Bahaya ini," pungkas Lukman. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait