ProyekJalan

Proyek Jalan Rabat Beton di Baktirasa Diprotes Warga

( kata)
Proyek Jalan Rabat Beton di Baktirasa Diprotes Warga
Kepala Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Iis Wahyudi saat turun langsung cek proyek peningkatan jalan dengan kontruksi beton di ruas jalan Baktirasa-Kedaung, Selasa (10/12/2019). Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Proyek peningkatan jalan Desa Baktirasa-Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, dengan kontruksi beton mendapat protes dari masyarakat setempat. Proyek senilai Rp526,8 juta itu disinyalir adanya pengurangan volume.

Berdasarkan informasi Lampost.co, proyek jalan rabat beton itu dikerjakan oleh CV Dri Arires Perkasa. Dimana, peningkatan jalan tersebut menggunakan anggaran dana APBD 2019 dengan nomor kontrak 35/KTR/TMR/BM.II.A/APBD/DPUR-L5/2019.

Seperti yang diungkapkan salah satu warga yang enggan namanya disebutkan mengatakan proyek pembangunan jalan beton tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat. Pasalnya, mereka menilai proyek jalan itu tidak rapih dan terlalu tipis.

"Masyarakat sekitar menilai jalan rabat beton itu enggak rapih dan banyak yang retak-retak. Kemudian, warga menilai jalan itu juga terlalu tipis. Masa papan Bekistingnya dibawah badan jalan onderlaag," kata dia, Rabu, 11 Desember 2019.

Sementara Kepala Desa Baktirasa Iis Wahyudi mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat setempat atas keluhan pembangunan proyek jalan rabat beton dari anggaran APBD itu. Bahkan, pihaknya sudah turun langsung mengecek jalan tersebut. 

"Karena ada laporan masyarakat, saya turun langsung mengcek atas keluhan masyarakat. Memang benar, badan jalan tidak rapih dan sangat tipis. Sehingga, kalau hujan dipastikan ditengah jalan akan digenangi air," kata dia. 

Iis mengatakan pihak kontraktor diduga sengaja memasang papan bekistingnya ukuran 15 cm di bawah badan jalan onderlaag yang kemudian digali.

"Ketebalan badan jalan sangat tipis hanya 7 cm dan itu sudah saya ukur langsung. Seharusnya, bekistingnya harus diatas badan jalan. Itu pasti ketemu ketebalannya 15 cm," kata dia. 

Berdasarkan cek di lapangan, kata Iis, jalan yang disinyalir hanya memiliki ketebalan 7 cm itu sepanjang sekitar 200 meter. Untuk itu, pihaknya menyayangkan adanya dugaan pengurangan volume itu. 

"Jalan itu kerap dilintasi truk muatan gabah padi ketika musim panen. Saya rasa satu tahun sudah rusak jalan itu. Padahal, sudah 40 tahun masyarakat setempat mendambakan jalan mulus. Eh, pas dibangun kok kayak gini," kata dia.

Terpisah, Plt Kepala UPTD Kontruksi Penguji dan Bangunan Kecamatan Sragi-Ketapang, Khairul Efendi mengatakan pihaknya hingga kini belum mendapatkan laporan terhadap proyek di ruas Desa Baktirasa - Kedaung. Namun, menganjurkan untuk konfirmasi ke Pengawas di lapangan. 

"Ya, disana ada proyek jalan kontruksi beton dengan panjang sekitar 600-700 meter. Sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat atau pihak desa. Ciba tanya langsung ke Pengawas kami di lapangan," kata dia. 

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar