#Jalan

Proyek Jalan Hotmix di Tanjungsari Diduga Tak Sesuai Bestek

( kata)
Proyek Jalan Hotmix di Tanjungsari Diduga Tak Sesuai Bestek
Sejumlah pekerja saat membangun ruas jalan Lingkungan Dusun Semarang-Dusun Blora, Desa Tanjungsari, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang diduga tidak sesuai bestek, Jum'at (15/11/2019). Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Peningkatan jalan lingkungan Dusun Semarang-Dusun Blora, Desa Tanjungsari, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menjadi sorotan masyarakat setempat. Pasalnya, proyek jalan hotmix tersebut diduga tidak sesuai bestek.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, peningkatan jalan sepanjang 1.847 meter itu diduga menggunakan batu ukuran 3:5 dan 2:3 berwarna putih seperti batu cadas. Bahkan, lapisan penetrasi (lapen) sebagai pendasaran hotmix terlalu tipis.

Gianto, salah satu warga Desa Tanjungsari mengaku masyarakat menilai lapen sebagai pendasaran jalan hotmix terlalu tipis dimulai titik nol hingga belasan meter. Bahkan, dirinya menilai jalan itu diduga menggunakan batu putih seperti cadas. 

"Coba diperhatikan batu ukuran 3:5 dan 2:3 banyak campuran batu putih seperti cadas. Sehingga, ketika dilindas alat berat batunya hancur. Dititik nol hingga belasan meter lapennya terlalu tipis," kata dia, Jumat 15 November 2019.

Selain itu, kata Gianto, masyarakat setempat hingga tidak mengetahui volume dan anggaran pembangunan jalan tersebut. Sebab, sepanjang jalan itu tidak dilengkapi papan plang informasi pembangunan. 

"Enggak tau panjangnya berapa dan nilainya berapa. Apalagi pemborongnya, kami enggak tahu. Biasanya sih ada papan plang informasi pembangunannya," ujar dia. 

Salah satu pekerja yang enggan menyebutkan jati dirinya mengaku pihaknya hanya sebagai pekerja dan mengerjakan sesuai dengan instruksi. Ia tidak mengetahui siapa pemborong pembangunan jalan tersebut. 

"Kami hanya sebagai oekerja dari Metro. Kami bekerja sama Pak Sukir. Kalau pemborongnya saya enggak tahu, mas," kata dia. 

Sementara itu, Kepala UPTD Penguji Kontruksi dan Bangunan Kecamatan Palas, Selamat mengaku peningkatan jalan lingkungan itu sepanjang 1.847 meter dan lebar 2,5 meter. Dia mengaku kontraktornya berasal dari Way Kanan. 

"Saya belum tahu soal adanya batu putih seperti cadas. Kalau itu benar, kami akan tegur pelaksana di lapangan. Kemungkinan batu itu hanya campuran," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar