#beritalamsel#jalanrusak

Protes Jalan Rusak, Pria Ini Mandi di Kubangan Lumpur Jalan Poros Palas

Protes Jalan Rusak, Pria Ini Mandi di Kubangan Lumpur Jalan Poros Palas
Cuplikan video seorang pria mandi lumpur di kubangan jalan poros Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Senin 4 Juli 2022. Dok


Kalianda (Lampost.co): Beredar video aksi seorang pria yang belum diketahui identitasnya nekat mandi di kubangan lumpur di ruas jalan poros Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Senin, 4 Juli 2022. Aksi pria tersebut merupakan bentuk protes kerusakan jalan tepat di Desa Sukaraja yang tak kunjung diperbaiki.

Di dalam video yang berdurasi kurang dari satu menit itu terlihat seorang pria hanya mengenakan celana panjang berwarna hitam. Bahkan, pria itu tak sungkan-sungkan berenang dikubangan tersebut.

Selain itu, di lokasi yang sama terlihat sebuah mobil truk muatan gabah terguling yang diduga karena terjebak di kubangan tersebut. Masyarakat setempat nampak mengabadikan momen tersebut.

"Kalau tidak perbaiki, kami minta kerusakan jalan ini minimal di beri sabes," kata pria itu di dalam video.

Sementara itu, Yoni Iskandar warga Desa Sukaraja mengatakan aksi pria yang ada didalam video itu merupakan aksi protes terhadap kerusakan jalan. Sebab, kondisi jalan poros Kecamatan Palas rusak parah.

"Sudah puluhan tahun jalan ini rusak. Tapi, sampai saat ini belum juga diperbaiki. Semua pejabat dan anggota dewan yang ada hanya tutup mata dengan kondisi jalan utama kami. Soalnya, sudah banyak yang jadi korban kecelakaan," kata dia.

Dia mengaku ruas jalan poros Kecamatan Palas sempat diperbaiki pada 2020 lalu. Namun, perbaikan tidak menyentuh seluruh atau hanya dilakukan dibeberapa titik saja.

"Memang betul pada 2020 diperbaiki oleh pemerintah. Tapi, perbaikam tidak semuanya. Hanya bagian-bagian yang rusak parah pada saat itu. Kami berharap ada respon dari pemerintah," kata dia.

Terpisah, Sekretaris Camat Palas Suyadi mengatakan pihaknya akan secepatnya menindaklanjuti kerusakan jalan poros Palas itu. Namun, ia mengaku semua  membutuhkan waktu.

"Segera akan dilakukan tindakan positif. Masyarakat harap bersabar karena semua butuh proses dan waktu," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait