#pasarsmep

Proses Validasi Data SMEP Diduga Langgar Prokes

Proses Validasi Data SMEP Diduga Langgar Prokes
Calon pedagang penghuni SMEP berkumpul tanpa menjaga jarak. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Para pedagang calon penghuni pasar SMEP mulai melakukan registrasi dan validasi data sejak Senin pagi, 11 Oktober 2021. Ratusan pedagang berkumpul di lantai 2 gedung pasar SMEP tanpa menjaga jarak dan ada terlihat banyak yang tidak menggunakan masker.

Pantauan Lampost.co, ratusan calon penghuni SMEP berkumpul membawa kertas hasil undian dan juga beberapa berkas fotokopi seperti kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

Pedagang lama mengatakan bahwa ada beberapa nama yang tertulis di daftar penerima ruko atau tenant namun tidak terdaftar sebagai anggota paguyuban.

“Coba ditanyakan ke kepala UPT pasar, ada beberapa nama yang bahkan dapat 4 ruko tapi tidak terdaftar sebagai anggota paguyuban pasar SMEP,” ujar pedagang yang enggan disebut namanya, Senin, 11 Oktober 2021.

Ia juga mengatakan bahwa terdapat perbedaan hak yang diterima oleh beberapa pedagang. Seperti saat pendataan mendapatkan satu buah ruko, tapi saat validasi hanya mendapatkan tempat emperan.

“Ada pedagang lama yang daftar dari Alay dulu dapatnya ruko, tapi sekarang dapetnya emperan. Nggak dijelasin kenapa begitu,” kata dia.

Baca juga: Pembangunan Mangkrak, Gedung Pasar Smep Dipenuhi Sampah

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Wilson Faisol mengatakan kegiatan itu sudah berjalan sejak Sabtu, 9 Oktober 2021. Saat itu merupakan proses validasi data.

”Sabtu pembagian nomor tenant, hari ini validasi saja,” ujarnya.

Mengenai biaya sewa, Wilson mengatakan besarannya sesuai dengan Perda yang berlaku. Sedangkan untuk penempatan atau dimulainya operasional pasar, Ia mengatakan belum tahu pasti.

“Biaya sewanya sesuai perda karena kami setornya ke kas negara. Penempatannya secepatnya setelah validasi semua pedagang selesai. Kalau bulan ini selesai ya bisa langsung ditempati,” katanya.

Kegiatan validasi masih berlangsung hingga pukul 14.35 WIB. Namun, jumlah pedagang yang berkumpul sudah semakin berkurang.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait