#pembangunan#underpass#flyover#infrastruktur

Progres Pembangunan Fly Over Sultan Agung Baru 15 Persen

( kata)
Progres Pembangunan <i>Fly Over</i> Sultan Agung Baru 15 Persen
Proses pembangunan fly over di Jalan Sultan Agung yang saat ini dilaksanakan oleh Pemkot Bandar Lampung, Jumat, 16 Oktober 2020. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co): Progres pembangunan fisik fly over di Jalan Sultan Agung yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung sampai saat ini baru tercapai 15 persen secara keseluruhan. 

Dikatakan oleh Sutarno selaku kontraktor pengawas pekerjaan dari PT Adiguna Anugrah Abadi sebagai pihak pengembang, untuk kegiatan fisik yang dikerjakan saat ini yaitu pembuatan dan pengecoran untuk tiang fly over.

"Untuk saat ini baru tercapai 15 persen, masih tahap pembuatan dan pengecoran untuk tiang flyover di titik kilometer 0 yang berada di samping Mal Boemi Kedaton sebelum rel kereta api," ujar Sutarno, Jumat, 16 Oktober 2020. 

Kemudian untuk kegiatan pengaspalan dan pengecoran pelebaran sisi kanan kiri sebelumnya telah selesai dilakukan, mulai dari titik Kilometer 0 hingga Kilometer 350 di Agustus lalu.

Untuk pencapaian progres fisiknya, Sutarno menjelaskan setiap bulannya capaian dapat diketahui dan rata-rata setiap bulan hanya bertambah sekitar empat persen. 

"Rata setiap bulan cuma nambah 4 persen saja, ini kita masih kesulitan di keuangan dan pengerjaan di bagian bawah fly over," kata dia.

Dirinya mengungkapkan bahwa untuk kegiatan kontruksi fisik fly over memang sebelumnya sempat terhenti dengan berbagai macam kendala perizinan, namun kini seluruhnya telah selesai sehingga proses kegiatan fisik dapat berjalan kembali.

"Ini supaya terkejar waktu pengerjaannya dikerjakan mulai dari pagi hari hingga sekitar pukul 10 malam. Untuk cuaca juga kita tidak terlalu terkendala pekerjaan kontruksi masih terus dikerjakan oleh pekerja di lokasi," ungkapnya. 

Hanya saja memang dalam pelaksanaan pembangunan fisik terjadi kemunduran waktu pelaksanaan, hal itu disebabkan adanya wabah virus covid-19 pada Maret hingga Juni 2020. 

"Waktu pelaksanaan berdasarkan kontrak, kontrak awal di tenggal 5 April terhadang covid-19. Kemudian kontrak kedua tanggal 5 Mei terhalang zona merah. Dan sampai saat ini kontrak selanjutnya belum tahu, sehingga itu menjdadi salah satu kendala pengerjaan kontruksi," kata dia. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampung Post pada website LPSE Kota Bandar Lampung, lpse.bandarlampungkota.go.id pagu anggaran pembangunan fly over Sultan Agung sebesar Rp35 miliar yang bersumber dari APBD Kota Bandar Lampung tahun 2020.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait