#danadesa#petani

Maporina Kritisi Pelaksanaan Dana Desa Tahun 2022 Tubaba

Maporina Kritisi Pelaksanaan Dana Desa Tahun 2022 Tubaba
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Panaragan (Lampost.co) -- Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) Provinsi Lampung pesimistis program ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mampu membawa kesejahteraan warga secara berkesinambungan seperti yang diharapkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).


Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Maporina Lampung, Tito Rahmano menilai, kegagalan program tersebut terletak pada kemampuan kepala desa di tiap-tiap wilayah. 

"Berdasarkan hasil evaluasi kami, program ini tidak berjalan sesuai harapan entah karena kurangnya pengetahuan para kepala desa atau memang tidak ada niat untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakatnya sesuai dengan tujuan program tersebut dicanangkan," kata Tito, Rabu, 18 Mei 2022. 

Baca: Warga Brajasakti Lamtim tak Percaya Dana Desa Hilang Dicuri

 

Menurut dia, program ketahanan pangan berkelanjutan adalah kebijakan prioritas penggunaan dana desa (DD) yang juga selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2021 tentang rincian APBN tahun 2022. Program ini mengharapkan kepada desa untuk mengalokasikan DD tahun 2022 untuk mendukung program ketahanan pangan dan hewani sebesar 20%.

"Kalau hanya untuk membeli bibit atau pupuk organik, kemudian dibagi bagikan kepada warga, siapa pun bisa. Namun, nilai keberlanjutannya di mana?" kata dia.

Koordinator Tenaga Ahli (TA) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Tubaba, Johansyah membantah kritikan tersebut. Menurut dia,  pihaknya telah berulang kali memberikan arahan di setiap pertemuan dengan para kepala desa agar program ketahanan pangan ini diwujudkan dalam bentuk program yang berkelanjutan.

"Setiap rapat koordinasi (rakor) selalu kami sampaikan kepada para pendamping desa agar menyampaikan hal tersebut. Namun, kembali lagi bahwa kewenangan itu sepenuhnya di tangan para kepala tiyuh," kata Johan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) Maporina Kabupaten Tubaba, Syaiful Mudhofi mengungkapkan, hampir seluruh tiyuh telah merealisasikan program ketahanan pangan berkelanjutan dengan melakukan belanja besar-besaran produk pupuk organik, bibit ikan, dan tanaman yang dibagi bagikan kepada warga tanpa melihat potensi masing-masing wilayahnya.

"Dari data yang kami himpun, ada lebih dari 30-an tiyuh yang telah menganggarkan program itu untuk belanja pupuk organik. Nilainya hampir mencapai Rp500 juta. Sedangkan mayoritas petani di kabupaten ini mampu membuat pupuk organik sendiri," kata Syaiful.

Diketahui, DD tahun anggaran 2022 di Kabupaten Tubaba secara keseluruhan mencapai Rp 82.600.289.000. Dengan perincian Kecamatan Tulangbawang Tengah Rp16.712.781.000, Tumijajar Rp 8.798.637.000, Tulangbawang Udik Rp8.438.962.000, Pagardewa Rp4.555.602.000, Gunungterang Rp4.555.602.000, Lambukibang Rp8.400.079.000, Gunungagung Rp11.244.489.000, Waykenanga Rp7.529.536.000, dan Kecamatan Batuputih Rp8.111.223.000. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait