#beritalampung#beritalampungterkini#pendidikantinggi#kolaborasiptdanindustri

Program Kedaireka Dukung Pendanaan Kolaborasi PT dengan Industri

Program Kedaireka Dukung Pendanaan Kolaborasi PT dengan Industri
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kolaborasi antara perguruan tinggi atau kampus dan industri sangat dibutuhkan dan perlu lebih diperkuat. Kerja sama guna menghasilkan solusi di dunia industri yang dapat dipecahkan sumber daya di perguruan tinggi.

Dalam mendukung kolaborasi itu lahir program Kedaireka sebagaj platform yang mempertemukan antara industri dan perguruan tinggi. Hingga kini sudah 600 perguruan tinggi terdaftar di program Kedaireka, terdiri dari 70% diisi perguruan tinggi swasta (PTS) dan 30% perguruan tinggi negeri (PTN).

Baca juga: Institut Maritim Presetiya Mandiri Siap Dukung SDM Kemaritiman 

"Tahun lalu ada 1.400 proposal yang masuk dan 427 disetujui. Dana yang diusulkan sekitar Rp1,4 triliun. Namun, dananya yang ada Rp220 miliar jadi cukup kompetitif. Jadi hanya 427 yang dibiayai," kata Chairman Kedaireka, Mahir Bayasut pascateka talks Urgensi kolaborasi inovasi antarperguruan tinggi dan industri dalam bidang agrikultur di GSG Universitas Lampung (Unila), Kamis, 24 November 2022.

"Masih banyak peluang meningkatkan perlindungan program. Jadi nantinya penelitian yang dihasilkan berupa kolaborasi atas masalah yang ada di industri," ujarnya.

Dia menuturkan produk yang dihasilkan dari program Kedaireka cukup banyak. Misal, bus listrik yang digunakan saat KTT G20 di Bali beberapa waktu lalu.

"Asumsinya penelitian itu bisa dimanfaatkan industri. Jadi industri fokus ke keuntungan dan perguruan tinggi fokus penelitian," katanya.

Untuk pendanaan, ia menyampaikan jika akan ada bantuan dana pemerintah 50% dan dari swasta (dunia industri) 50%. "Ada dua kali multiplayer effect  tak hanya dana dari Kemendikbud saja tapi juga ada dari swasta," ujarnya.

Dia menambahkan hadirnya Kedaireka sebagai jembatan antara industri dan perguruan tinggi untuk berkolaborasi. "Benefitnya ada pengaturan paten, pengatur royalti yang diatur industri dan perguruan tinggi. Kami hanya menjembatani antara industri dan perguruan tinggi berkomitmen berkolaborasi.  Nanti ada petugas teknisnya, seperti ada komitmen pendanaan dari industri, hak cipta ke siapa yang diatur kedua pihak," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait