#desasangattertinggal#programdesaberjaya

Program Desa Berjaya Locus di 19 Desa Sangat Tertinggal

Program Desa Berjaya Locus di 19 Desa Sangat Tertinggal
Sekretaris Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, saat melakukan rapat penetapan lokasi program Desa Berjaya tahun 2019 di Ruang Rapat Kantor Bahasa Lampung, Jumat, 29 November 2019. Dok. Humas Pemprov Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) – Jumlah desa sangat tertinggal di Lampung mencapai 19 dan menjadi locus pengentasan kemiskinan program Desa Berjaya tahun 2019. Jumlah tersebut ditetapkan Pemerintah Provinsi Lampung berdasarkan indeks desa membangun (IDM).  

“Berdasarkan data yang kami miliki, Lampung memiliki 2.435 desa yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut terdapat 19 desa yang masih dalam kategori sangat tertinggal,” ujar Sekretaris Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto saat melakukan rapat penetapan lokasi Program Desa Berjaya tahun 2019 di Ruang Rapat Kantor Bahasa Lampung Jumat, 29 November 2019.

Dia menjelaskan program Desa Berjaya merupakan program pemprov yang nantinya memberikan bantuan keuangan yang bersumber dari APBD provinsi, kabupaten, desa di Lampung, dan sumber lainnya. “Desa-desa tersebut nantinya akan mendapat bantuan dari pemprov yang sumbernya dari APBD dan sumber lainnya,” katanya.

Semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Lampung diajak bersinergi menyatukan visi membuat program kerja yang terintegrasi di locus yang sudah ditetapkan tersebut. Dia mengatakan setiap desa yang telah ditetapkan sebagai locus program Desa Berjaya akan ditangani spesifik sesuai dengan kebutuhan masing–masing. 

"Berdasarkan rekomendasi dari tim yang telah melakukan observasi di lapangan, dilakukan pemetaan permasalahan. Hal itu menjadi dasar bagi masing-masing OPD untuk berkoordinasi menangani permasalahan sesuai kekhususan yang dimiliki dan disesuaikan dengan kebutuhan desa," ujarnya.

 

Dia menambahkan setelah dilakukan pemetaan masing–masing OPD dan pemerintah kabupaten/kota akan melakukan penanganan mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perekonomian, sosial kemasyarakatan hingga pengembangan SDM. Ia berharap semua stakeholder berkoordinasi dan bersinergi mulai dari proses perencanaan yang harus mendetail, pelaksanaan di lapangan hingga evaluasi program yang telah dilaksanakan.

“Semua stakeholder harus berkoordinasi dan bersinergi untuk melakukan sinkronisasi program. Sebab, penanganan desa–desa sasaran cukup kompleks. Keberhasilan baru bisa dicapai jika semua bekerja sama, berkoordinasi, dan melakukan sinkronisasi program di locus yang ditetapkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lampung, Syaiful Darmawan mengatakan setiap OPD diminta memperhatikan pengembangan kawasan peedesaan dan melakukan inovasi–inovasi yang dibutuhkan demi tercapainya percepatan pembangunan untuk pengentasan kemiskinan. 

"Program Desa Berjaya sebagai upaya mengentaskan desa–desa tertinggal dengan menitikberatkan penanganan masalah–masalah kemiskinan, ketertinggalan, dan potensi yang ada melalui peran aktif seluruh stakeholder provinsi dan kabupaten/kota menuju desa-desa Lampung yang berjaya," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait