#minyakgoreng

Produsen Lampung Tunggu Ketentuan Kuota Minyak Goreng Curah 

Produsen Lampung Tunggu Ketentuan Kuota Minyak Goreng Curah 
Pedagang minyak goreng curah di Bandar Lampung menunggu pembeli. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Produsen dan distributor minyak goreng di Lampung menunggu ketentuan pemerintah pusat terkait kuota minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang dapat didistribusikan ke masyarakat.

Untuk diketahui, pemerintah merombak total kebijakan terkait minyak goreng sawit (MGS) curah dari semula berbasis perdagangan menjadi kebijakan berbasis industri. Dengan kebijakan berbasis industri, pemerintah bisa mengatur bahan baku, produksi, dan distribusi MGS curah dengan lebih baik, sehingga pasokannya selalu tersedia dengan harga yang sesuai HET.

Kebijakan berbasis industri itu juga diperkuat dengan penggunaan teknologi digital SIMIRAH (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah) dalam pengelolaan dan pengawasannya.

Kebijakan MGS berbasis industri itu ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 8 Tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Curah untuk Kebutuhan Masyarakat, Usaha Mikro, dan Usaha Kecil dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Permenperin itu mengatur proses bisnis program MGS curah subsidi mulai dari registrasi, produksi, distribusi, pembayaran klaim subsidi, larangan dan pengawasan.

Kepala Divisi Pemasaran PT. Tunas Baru Lampung, Agus Kurniawan, menjelaskan pihaknya telah mendaftar dan registrasi melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) Kementerian Perindustrian dan tinggal melakukan pendaftaran sebagai distributor. Selanjutnya dalam waktu dekat bisa melakukan penjualan dan pendistribusian minyak goreng curah.

"Tapi, untuk kuotanya di Lampung belum tahu. Sekarang ini semua penjualan minyak goreng ditangani pusat. Kami masih menunggu instruksi dari pusat," kata Agus, kepada Lampost.co, Rabu, 23 Maret 2022.

Ia mengatakan saat barang tersedia bisa langsung didistribusikan kepada masyarakat. Ia berharap penyalurannya lebih cepat.

"Kalau produksi minyak goreng, kapasitas PT Tunas Baru Lampung dalam kondisi normal bisa mencapai 300 ton per hari. Persentase produksi minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah hampir sebanding, tetapi lebih banyak produksi minyak goreng kemasan," katanya.

Manajer Marketing PT Domus Jaya, Yuliana, mengatakan pihaknya tidak mengetahui mengenai HET minyak goreng curah seharga Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kg. Dalam produksi, pabrik tersebut mampu memproduksi minyak goreng sekitar 2.000 liter per hari.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait