lebahmadu

Produktifitas Hasil Panen Madu di Desa Sumber Arum Anjlok

Produktifitas Hasil Panen Madu di  Desa Sumber Arum Anjlok
pixabay


Kotabumi (Lampost.co) --  Selama musim hujan, hasil madu lebah yang ditangkarkan peternak anjlok. Sementara, permintaan madu selama masa pandemi covid-19, mengalami kenaikan. 

"Dari 13 koloni lebah madu jenis apis cerana yang dibudidayakan, rata-rata setiap bulan dihasilkan madu berkisar 2,5 kg sampai 3 kg. Selama musim hujan ini, produktifitas turun dengan rata-rata hasil madu  berkisar 1 kg higga 1,5 kg," ujar Suyanto,  peternak lebah, warga Dusun Sumber Asri, Desa Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi, dikediamannya, Minggu, 26 Juli 2020.

Penurunan hasil madu yang berlangsung sejak Mei 2020 lalu ditambah naiknya permintaan selama pandemik covid-19, menjadikan harga madu juga mengalami kenaikan. 

"Madu di beli pelanggan dengan takaran literan. Harga perbotol madu ukuran 525 milliliter sebelumnya, Rp125 ribu/botol, sejak terjadi covid-19, harga madu naik Rp150 ribu/botol" kata dia. 

Disinggung penyebab, dia menjawab, karena banyak bunga dari tanaman buah yang tumbuh didesanya mengalami kerontokan karena derasnya intensitas curah hujan. 

"Menjelang kemarau atau intensitas curah hujan mulai berkurang, hasil madu, biasanya akan kembali normal" tuturnya menambahkan.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi, Bintoro, dikediamannya, mengaku, didesanya tercatat ada 20 peternak lebah madu yang telah berproduksi dan baginya ternak lebah adalah usaha sampingan yang prospektif dikembangkan di pedesaan. 

"Walau hasil produksinya belum bisa menjadi pemasukan bagi usaha Bumdes Sumber Arum, tapi sudah bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga peternak" tuturnya menambahkan. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait