#telur#peternakan#sembako

Produksi Telur di Lampung Melimpah tetapi Sepi Pembeli

Produksi Telur di Lampung Melimpah tetapi Sepi Pembeli
Pedagang telur sedang menata dagangannya di salah satu pasar tradisional Kota Bandar Lampung. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Geliat usaha telur di Provinsi Lampung tampak lesu. Meskipun produksi para peternak mengalami surplus, akan tetapi sesi penjualan di pasaran mengalami penurunan dan sepi peminat. 

Belum lagi ditambah kenaikan harga pakan yang membuat ongkos produksi membengkak sehingga membuat peternak kian merugi.

Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Provinsi Lampung, Jenny Soelistiani mengatakan, usaha telur di Lampung saat ini sedang prihatin. Pandemi covid-19 membuat ekonomi para peternak ikut terdampak.

"Telur di Lampung suprlus, tetapi sepi pembeli. Sehingga kita melempar telur ke Jakarta. Saat ini peternak sedang rugi semua," katanya kepada Lampost.co, Senin, 13 September 2021.

Baca: Harga Minyak Goreng di Bandar Lampung Naik

 

Ia mengatakan, sumber pakan saat ini mulai mahal. Jagung yang biasanya berada di harga Rp4.000 sekarang menjadi Rp6.000, kedelai dari Rp6.000 menjadi Rp8.000, begitu juga sumber pakan yang lainnya.

Ia menceritakan biaya peternak sudah di angka Rp22.000 untuk harga pokok penjualan (HPP).

"Harga telur di Lampung Rp.18.000/kg, tetapi harga real di kandang peternak itu di Rp16.000 sampai Rp.17.000/kg. Sampai di pasaran di harga Rp20.000/kg, bahkan ada yang di bawahnya. Mulai dari peternak sampai pedagang telur mengeluh semua. Omzet turun sampai 50% lebih," katanya.

Jenny mengatakan, produksi telur di Lampung dalam sehari bisa mencapai 300 ton, sementara hanya di bawah 200 ton yang laku di pasaran.

"Setiap hari 100 ton telur asal Lampung dikirim menuju Jakarta. Walaupun rugi, peternak harus segera menjual telurnya, bila tidak cepat dijual maka akan membusuk," kata dia. 

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, M. Zimmi Skill mengatakan, harga telur di pasar tradisional Bandar Lampung menurun karena permintaan dari masyarakat juga sepi.

Zimmi mengeklaim, setiap hari timnya melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di Lampung. Apabila ada hal-hal krusial maka pihaknya langsung melakukan pengecekan dan memanggil stakeholder terkait untuk duduk bersama mencarikan solusinya. Apabila ada kelangkaan barang pokok, maka di hulunya ditelusuri. 

"Telur enggak anjlok, permintaan menurun karena pembelinya sepi, salah satunya karena tidak adanya acara-acara pesta atau hajatan," katanya.

Sesuai informasi dari Dinas Perdagangan dan Perindustian Provinsi Lampung mengenai data perkembangan harga rata-rata bahan pangan pokok di enam pasar tradisional di Bandar Lampung meliputi Pasir Gintung, Kangkung, Way Halim, Panjang, Tamin dan Cimeng periode Senin, 13 September 2021, harga telur ayam broiler Rp20.167/kg dan harga telur ayam kampung Rp55.000/kg.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait