#pertanian#perkebunan

Produksi Tebu Rakyat di Lampung dan Sumsel Capai 18 Ribu Ton per Bulan

Produksi Tebu Rakyat di Lampung dan Sumsel Capai 18 Ribu Ton per Bulan
SEVP Operation II PTPN 7, Dicky Tjahyono dalam dialog Lampung Economic Summit yang digelar Lampung Post di Hotel G Syariah Bandar Lampung, Rabu, 27 Oktober 2021. Lampost.co/Zainuddin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT. Perkebunan Nusantara VII (PTPN 7) mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk membangkitkan pangan lokal dan terus mempertahankan Lampung sebagai lumbung pangan nasional.

"Untuk mempertahankan swsembada pangan di Lampung, kita terus bersinergi dengan semua pihak. Kami siap mendukung program yang dicanangkan pemerintah," kata SEVP Operation II PTPN 7, Dicky Tjahyono dalam dialog Lampung Economic Summit yang digelar Lampung Post di Hotel G Syariah Bandar Lampung, Rabu, 27 Oktober 2021.

Baca: Tiga Strategi HKTI Sejahterakan Petani Lampung

 

Menurut Dicky, pihaknya memiliki komoditi utama tebu, kelapa sawit, karet dan teh. Selama 37 tahun berkecimpung di sektor ketahanan pangan di Lampung, Sumatra Selatan (Sumsel), dan Bengkulu, pihaknya mengaku terus berkomitmen kepada pemerintah untuk mengembangkan momoditi yang ada di masyarakat sekitar.

"Berbagai program terus kita lakukan. Salah satunya tebu untuk rakyat. Bahkan kami berkomitmen untuk mensubsidi bibit untuk masyarakat serta program digitalisasi yang disiapkan untuk para petani dan stakeholder terkait," katanya.

Untuk di Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara, produksi tebu telah menapai 2.500 hektare. Sedangkan di Kecamatan Cinta Manis, Sumatra Selatan akan terus dikembangkan hingga 1.000 hektare. Total produksi tebu rakyat mencapai 18 ribu ton per bulan.

Ia mengatakan, pihaknya pun sedang melakukan mitigasi usia petani yang rata-rata sudah berumur di atas 40 tahun. Menurutnya, sektor petani milenial juga perlu dirangkul, apalagi saat ini sudah ada start-up yang sukes.

"Teknologi dan digitalisasi ini bersifat mutlak. Ke depan kita akan didik teman-teman petani ke arah lebih baik lagi. Pelan-pelan anak petani akan diajak untuk komitmen terhadap tanaman pangan," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait