#sawit#perkebunan

Produksi Sawit Lampung Capai 414 Ribu Ton

Produksi Sawit Lampung Capai 414 Ribu Ton
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Pertanian Provinsi Lampung mencatat komoditi perkebunan sawit di Lampung mencapai 414 ribu ton. 

Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Lampung, Jabuk mengatakan untuk luas kebun sawit perkebunan rakyat di Lampung ada 191 ribu hektare dengan produksi 414 ribu ton dengan produktivitas 2.440 kg atau 2,4 ton/hektare. Ia mengatakan dibandingkan dengan tahun sebelumnya cenderung ada peningkatan produksi. 

"Untuk sawit ini mulai produksi dari usia 3 tahun sampai 10 tahun dan 20 tahun. Artinya di kebun itu terdapat bermacam kategori umur. Kadang-kadang luasan itu tidak berpengaruh, jadi produksi cendrung tidak terlalu sejalan dengan luasan," katanya kepada Lampost, Senin, 22 November 2021.

Kemudian disinggung mengenai pengaruh harga Crude Palm Oil (CPO) yang bergantung pada harga internasional yang terus naik, ia mengatakan hal tersebut berimbas kepada harga sawit. Untuk petani pasti menguntungkan tetapi disatu sisi untuk konsumen minyak goreng menjerit.

Banyak faktor yang menyebabkan harga naik. Apalagi saat ini geliat perekonomian dunia sudah bergerak setelah terdampak covid-19, sehingga kebutuhan mulai meningkat kembali. Untuk produksi perkebunan sawit kebanyakan untuk di ekspor semua.

"Kalau dari sisi petani sawit naiknya CPO, pasti menguntungkan. Harga sawit saat rapat koordinasi pada 5 November kisarannya Rp2.168, sampai Rp2.785. Ini harga naik terus, pada Januari kemarin harga berkisar Rp1.454, sampai Rp1.800. Peningkatannya signifikan," katanya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi adanya cuaca ekstream/cuaca buruk pastinya akan berdampak kepada produksinya. Seperti di Lampung Selatan ada laporan lahan sawit diserang oleh hama serangga. Selain penyuluhan maka upaya lainnya yakni menurunkan barikade produksi pertanian untuk menyemprotkan pestisida.

"Begitupun ketika musim kering kita lakukan mitigasi seperti membuat resapan air, mencegah kebakaran, pengendalian hama penyakit dan sebagainya. Mudah mudahan tak terjadi cuaca buruk," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait