#pemulihanekonomi

Produksi Padat Karya Bisa Pulihkan Ekonomi Nasional

( kata)
Produksi Padat Karya Bisa Pulihkan Ekonomi Nasional
CEO ASEAN International Advocacy & Consultancy sekaligus Ketua DPP Partai NasDem Bidang Ekonomi, Shaanti Shamdasani.MI/Fransiscoa Carolio Hutama Gani

Jakarta (Lampost.co) -- Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara lain di dunia dalam hal pertumbuhan ekonomi akibat dampak pandemi covid-19. Pemerintah bisa fokus pada produksi padat karya untuk memulihkan ekonomi.

"Ada beberapa negara yang bahkan mencapai minus 5. Predisi pertumbuhan 0 persen untuk Indonesia masih oke, asal kita bisa sustain," kata Presiden & CEO ASEAN International Advocacy & Consultancy sekaligus Ketua DPP Partai NasDem, Bidang Ekonomi Shaanti Shamdasani dalam diskusi denpasar12, Rabu, 10 Juni 2020.

Dalam diskusi bertajuk Mempersiapkan pemulihan ekonomi nasional dalam pandemi covid-19, Shaanti pun mengungkapkan pemulihan ekonomi bisa dilakukan pemerintah dengan fokus pada produksi padat karya. "Salah satu padat karya yang bisa dipilih yakni pertanian, UKM, dan digital ekonomi," ujarnya.

Dalam hal pertanian, ia mengatakan pemerintah harus lebih gencar lagi pada kaum millenial untuk bisa bertani. Saat ini menurut diaa, anak muda cukup kreatif dan mau berbisnis lewat pertanian meskipun ia tidak langsung memegang cangkul dan peralatan bertani.

"Anak muda ini punya akses, banyak inovasi yang mereka lakukan seperti sayur boks dan lain-lain," katanya.

Tak hanya itu, pemerintah diharapkan tidak melakukan ekspor terlebih dahulu di sektor pertanian tetapi mementingkan konsumsi lokal seperti yang dilakukan Thailand dan Vietnam. "Pastikan pasokan di dalam negeri cukup, simpan dulu untuk kita, jangan dulu ekspor," katanya.

Pemerintah pun diminta fokus pada usaha kecil menengah (UKM) karena jumlahnya di Indonesia pun cukup banyak. Sedangkan dalam digital ekonomi, kegiatan ini sangat membantu pemerintah mendistribusikan barang sehingga mampu memutar perekonomian. Hal ini diperkuat dengan kejadian pandemi covid-19 yang memaksa anak muda bisa berdagang lewat daring.

Shaanti menambahkan pemerintah pun bisa menambahkan fokus pada sektor kesehatan yang kini sangat potensial berkembang.

"Kita (Indonesia) tak buruk-buruk amat. Kita memang sedikit tertinggal dalam hal industrialisasi, tetapi kita punya kekuatan di beberapa sektor," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar