#asusila#kriminal#kekerasanseksual#beritatanggamus

Pria di Pugung Cabuli Anak Penyandang Disabilitas Hingga Hamil

( kata)
Pria di Pugung Cabuli Anak Penyandang Disabilitas Hingga Hamil
Pelaku pencabulan anak dibawah umur. Foto: Dok

Kotaagung (Lampost.co): AP (45) warga Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, tega berbuat tidak senonoh dengan tetangganya yang baru beranjak dewasa dan menderita disabilitas. Korban dicabuli hingga tiga kali sejak April 2020.

Aksi pencabulan terhadap korban AG (16) dilakukan pelaku di tiga lokasi berbeda. Diantaranya di dalam rumah pelaku, kebun, dan belakang rumah pelaku yang masih berstatus bujangan itu.

Kapolsek Pugung Iptu Okta Devi mengatakan setelah membekuk pelaku pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak aparat pekon dan keluarga korban untuk meredam situasi. Sedangkan terhadap korban dibawa ke pusat pelayanan medis guna menjalani pemeriksaan kesehatan dan kandungan.

Berdasarkan keterangan dokter, korban termasuk dalam kategori penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus. Korban juga diketahui belum dapat mengenakan pakaian sendiri. Mirisnya saat ini korban tengah mengandung dengan usia kehamilan 4 bulan.

"Penangkapan pelaku atas laporan ibu korban yang awalnya mencurigai perilaku dan kondisi korban," ujar Kapolsek mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Selasa, 4 Agustus 2020.

Pelaku ditangkap ketika sedang memancing di sungai belakang rumahnya pada Senin, 3 Agustus 2020.

Aksi bejat pelaku terakhir kali dilakukan pada 13 Juni sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika korban hendak bermain ke rumah tetangganya lalu di panggil oleh pelaku. Korban kemudian diajak masuk rumah pelaku dan digiring ke dalam kamar. Setelah puas mencabuli korban, pelaku lantas menyuruhnya pulang melalui pintu belakang.

Korban ditemukan oleh saksi Supratman dan menceritakan apa yang telah menimpa dirinya. Karena iba saksi lalu mengantarkan korban ke kediamannya.

"Karena perlakuan yang diterimanya, korban mengalami trauma psikis," ujar Kapolsek.

Turut diamankan barang bukti berupa sehelai baju kemeja motif garis berwarna abu-abu dan putih, satu celana panjang warna hitam bercorak putih, kuning dan biru.

Pelaku dijerat Pasal 76D juncto Pasal 81 Ayat (2) UU No 17 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar