#g20

Presidensi G20 Indonesia Berdampak Hingga Jangka Panjang

Presidensi G20 Indonesia Berdampak Hingga Jangka Panjang
Sesi kedua diseminasi hasil presidensi G20 Indonesia 2022 yang membahas dampak penyelenggaraan presidensi G20 Indonesia 2022, di Bali, Rabu, 7 Desember 2022. Lampost.co/Iskandar Zulkarnain


Bali (Lampost.co) -- Pelaksanaan kegiatan Presidensi G20 pada tahun 2022 memiliki potensi besar terhadap peningkatan perekonomian Indonesia baik langsung maupun tidak langsung. Kegiatan pertemuan tingkat tinggi itu juga diyakini akan berdampak untuk jangka pendek, menengah, dan panjang, khususnya bagi Indonesia.

Demikian terungkap dalam sesi kedua diseminasi hasil presidensi G20 Indonesia 2022 yang membahas dampak penyelenggaraan presidensi G20 Indonesia 2022, di Bali, Rabu, 7 Desember 2022. Hadir dalam kegiatan tersebut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia sekaligus Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani Prof Hikmahanto Juwana dan Chairman of Bali Tourism Board Ida Bagus Agung Partha Adnyana.

Dalam kegiatan itu dipaparkan, G20 berdampak dalam jangka pendek karena berhubungan langsung terhadap penyediaan fasilitas kegiatan, seperti sektor akomodasi dan makan minum, serta sektor transportasi. Kegiatan perekonomian masyarakat lokal, seperti UMKM, turut terpromosikan sebagai manfaat dari masifnya kegiatan pendamping Presidensi G20.

Dalam jangka menengah, peningkatan aktivitas perekonomian tersebut diproyeksikan dapat menciptakan lapangan pekerjaan 33.000 tenaga kerja. Manfaat tersebut diharapkan dapat memberikan sinyal positif bagi masyarakat untuk meningkatkan kegiatan konsumsinya, khususnya pada sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi covid-19. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, konsumsi domestik diestimasikan meningkat sebesar Rp 1,7 triliun.

Selain itu mampu mengurangi kesenjangan sosial sebagai dampak dari meningkatnya pendapatan domestik, baik regional maupun nasional.

Sementara untuk jangka panjang negara-negara anggota G20 menguasai 80% perekonomian dunia, 79% perdagangan dunia dan mewakili 60% penduduk dunia. Dengan demikian, forum itu dipandang signifikan dan sistemik. Keberhasilan forum ini diharapkan dapat memberikan dampak bagi negara dan entitas di luar anggotanya.

Hikmahanto mengatakan Indonesia mampu memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif dengan memperhatikan kemaslahatan dunia, tidak pada kelompok negara atau kawasan tertentu. Indonesia juga mampu membuat terobosan-terobosan yang tidak pernah terpikirkan negara lain.

“Semisal menghentikan perang dengan mengingatkan krisis besar akan dihadapi oleh dunia. Indonesia dapat menjalankan politik luar negeri bebas aktif secara konsisten dalam persaingan global,” kata Hikmah.

Sementara itu, Ida menjelaskan G20 berdampak besar pada pariwisata Bali. Jumlah kunjungan selama November itu mencapai 311.760 wisatawan. Lonjakan kunjungan itu turut mengerek pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal III/2022 mencapai 8,09 persen (yoy).

“Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal III/2021 yang mengalami kontraksi 2,91 persen,” kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait