#limbahmedis

Praperadilan Penetapan Tersangka Dirut Perusahaan Transporter Limbah Medis Ditolak

Praperadilan Penetapan Tersangka Dirut Perusahaan Transporter Limbah Medis Ditolak
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang menolak gugatan praperadilan yang dilayangkan Direktur Utama (Dirut) PT. Biuteknika Bina Prima, Amran. Biuteknika merupakan sebuah perusahaan transporter limbah medis yang disangkakan Polda Lampung tidak mengantongi izin dumping di Dusun Sukabaru, Desa Puring, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Majelis Hakim Efiyanto memaparkan, berdasarkan pertimbangan beberapa pokok dalam praperadilan, pemohon tidak dapat membuktikan dalil-dalil permohonannya. Sedangkan termohon, yakni Polda Lampung dapat membuktikan dalil-dalil sangkalannya.

"Menolak permohonan praperadilan untuk seluruhnya," ujar Majelis Hakim, Efiyanto, 6 Juli 2021.

Baca: 18 Saksi Kasus Pembuangan Limbah Medis di TPA Bakung Diperiksa

 

Dalam perkara ini, Polda menetapkan dua orang tersangka pidana pengelolaan limbah medis.Selain Amran, satu tersangka lainnya adalah Kodri, pekerja bongkar muat limbah dari mobil kecil ke angkutan besar.

Keduanya ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sp.Sidik/17/III/2021/Subdit-IV/Reskrimsus tanggal 23 Maret  2021 dan surat panggilan tersangka Nomor : S.Pgl/445/V/2021/Subdit-IV/Reskrimsus, Tanggal 20 Mei 2021. Mereka diduga melanggar Pasal 104 Undang -undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Informasi yang didapat Lampost.co, limbah medis tersebut berasal dari Palembang, Sumatra Selatan, lantas dibawa ke lokasi dumping, kemudian diangkut ke Cilegon, Banten.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait