#pelecehansiswa#oknumguru#hukum

PPPA Dampingi Siswi SMP Korban Asusila Guru

PPPA Dampingi Siswi SMP Korban Asusila Guru
Ilustrasi kekerasan seksual yang menimpa siswi SMP.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Siswa SMP yang menjadi korban tindak pidana pemerkosaan gurunya langsung mendapatkan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bandar Lampung.

Kabid Pemenuhan dan Perlindungan Hak Anak, Ruth Dora menyampaikan, pihaknya telah melakukan pendampingan korban untuk melakukan visum dan laporan ke pihak kepolisian. Saat ini pelaku telah ditahan sejak Senin, 7 Maret 2022.

"Anak juga sudah kita amankan di rumah aman, itu dulu yang kami lakukan sesuai SOP," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu, 13 Maret 2022.

Di rumah aman, lanjutnya, korban mendapatkan trauma healing untuk memulihkan mentalnya. Menurutnya, korban saat ini dalam keadaan baik karena banyak memberikan sikap peduli.

Ia mengatakan, orang tua korban pun tidak keberatan jika anaknya sementara tinggal di rumah aman. Orang tua khawatir ada intervensi dari pelaku jika tinggal di lingkungan rumah.

"Di rumah aman dia tetap bisa beraktivitas seperti biasa dia tetap bisa sekolah, pokoknya apa yang dilakukan di rumahnya masih dalam pengawasan kita karena ini masih dalam penyeledikan," tuturnya.

Diketahui, pelaku ditangkap kepolisian dari Polsek Kedaton atas laporan dari orang tua korban. Disdikbud Bandar Lampung juga telah mengeluarkan sanksi pemecatan pada pelaku yang merupakan guru honorer di salah satu SMP negeri.


Pelaku memperkosa siswanya di sekolah setelah diminta untuk mengerjakan tugas di sekolah. Selain itu, pelaku juga merekam korban ketika dipaksa melakukan kegiatan seksual. Oknum guru tersebut kemudian menjadikan rekaman itu untuk mengancam korban agar tidak melaporkan kejadian itu.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait