#perempuandananak

PPPA Bandar Lampung Salahkan Orang Tua Atas Kasus Kekerasan Anak

PPPA Bandar Lampung Salahkan Orang Tua Atas Kasus Kekerasan Anak
Kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Bandar Lampung mencatat 78 kasus kekerasan pada anak. Dari jumlah itu 55 kasus diantaranya berupa kekerasan seksual.

Kabid Pemenuhan Hak Dinas PPPA Bandar Lampung, Ruth Dora Nababan, menjelaskan hal tersebut dampak dari kurangnya perhatian dari orang tua. Lemahnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan dan aktivitas anak membuat anak rentan menjadi korban kekerasan.

Menurutnya, orang tua harus memanfaatkan waktu bersama anak dengan maksimal. Terlebih dengan perkembangan teknologi anak bisa bebas mengakses banyak hal tanpa saringan.

"Jangan senang kalau anak diam saja di kamar bermain gadget, harus diawasi juga," kata Ruth, Selasa, 11 Januari 2023.

Menurutnya, Dinas PPPA bertugas untuk melakukan pencegahan. Hal itu dengan memberikan sosialisasi kepada orang tua pola asuh anak.

Dalam pelaksanaannya, pihaknya tidak bekerja sendiri karena melibatkan instansi pemerintah hingga lembaga pemerhati anak. Tujuannya untuk menciptakan ruang aman bagi anak.

"Konsep pencegahan juga dilakukan OPD lain, seperti sekolah ramah anak itu dinas pendidikan dan fasilitas kesehatan itu Dinas kesehatan," ujarnya.

Meski menyandang kota ramah anak tak menjamin tidak ada kasus kekerasan terhadap anak. Bahkan, DKI Jakarta yang memiliki nilai tertinggi kota ramah anak pun masih ditemukan kasus kekerasan.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait