#puncakibadahhaji#jemaahHajiIndonesia

PPIH Siapkan Skenario Puncak Haji Jemaah Indonesia

PPIH Siapkan Skenario Puncak Haji Jemaah Indonesia
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Arsyad saat mengunjungi Ruang Media Center Haji (MCH) 2022 di Kantor Daker Makkah. Lampost.co/Sobih AW Adnan


Makkah (Lampost.co) -- Prosesi ibadah haji akan memasuki masa puncak berupa pelaksanaan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jemaah calon haji (JCH) Indonesia dijadwalkan bergerak ke Arafah mulai Kamis, 7 Juli 2022.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Arsyad memaparkan skenario dan sejumlah terobosan yang akan dilakukan dalam menghadapi puncak haji.

"Jemaah baru terkena kewajiban wukuf setelah waktu salat solat Zuhur, pada Jumat, 8 Juli 2022 atau 9 Zulhijah 1443 H," ujar dia di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Arab Saudi, Senin, 27 Juni 2022.

Memasuki sore hari, lanjut dia, jemaah akan didorong menuju Muzdalifah. Sementara pada pagi, Sabtu, 9 Juli 2022, jemaah akan melanjutkan pergerakan menuju Mina untuk melaksanakan lempar Jumrah Aqabah.

"Tahun ini kami membentuk satuan operasi (Satops) Armuzna. Mereka diambil dari perwakilan setiap daker," ungkap dia.

Baca Juga : Harapan Berhaji Sekeluarga Pupus, Jemaah Lampung Tetap Sujud Syukur

Terobosan yang diterapkan tahun ini di antaranya adalah ruang gerak tiap-tiap jemaah di Arafah yang dinilai lebih leluasa dari tahun-tahun sebelumnya.

"Ada beberapa perkembangan cukup postif terkait pelayanan dan sarana yang akan dterima jemaah haji. Misalnya,tenda, jika pada periode sebelumnya satu maktab terisi sekitar 2.900-3.000 jamaah, tahun ini hanya berisi 2.100 jemaah," katanya.

Penambahan juga dilakukan pada jumlah unit pendingin udara (AC) dan toilet. Di Arafah disediaka. enam AC/tenda dari sebelumnya hanya 4 AC/tenda.

"Dulu cuma tersedia 21 toilet, sekarang ada 38 toilet ditambah toilet portabel yang turut disiapkan jelang Armuzna nanti," ungkapnya.

Tenda yang disediakan juga dilengkapi kasur dan bantal. Hal ini diperlukan agar jemaah haji bisa beristirahat dengan nyaman di saat mulai kelelahan.

"Guna menghadapi cuaca panas yang diprediksi minimal mencapai 43 derajat celcius saat Armuzna, maka AC yang disiapkan juga menggunakan kapasitas lebih besar. Kira-kira sampai 30 ton," kata dia.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait