#rerie

Potensi Kendala Imunisasi Dasar pada Anak Diminta segera Diatasi

Potensi Kendala Imunisasi Dasar pada Anak Diminta segera Diatasi
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Semangat orang tua untuk mengimunisasi anaknya dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional ( BIAN) jangan sampai terganggu dengan berbagai isu penyakit yang merebak terhadap anak saat ini. Membangun daya tahan tubuh anak sangat penting agar terhindar dari ancaman berbagai penyakit di masa datang. 

"Pemberian imunisasi dasar yang wajib bagi anak jangan diabaikan agar daya tahan tubuh anak terbangun dengan baik," kaya Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 25 Oktober 2022. 

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, ada lebih dari 1,7 juta bayi di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2019-2021. Kondisi itu terjadi karena pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19. 

Sejumlah orang tua khawatir dampak vaksinasi dasar yang diberikan menimbulkan demam pada anak. 

Hal itu, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, harus segera diantisipasi dengan memberi pemahaman terkait keamanan proses vaksinasi dan pascavaksinasi pada anak. 

Petugas kesehatan juga ikut aktif memberi pemahaman terkait obat penurun panas yang aman bila timbul gejala demam. 

Sebab, capaian vaksinasi dasar pada anak sangat penting bagi proses pembentukan daya tahan tubuh setiap anak di tanah air. 

Jangan sampai sejumlah hambatan tersebut, tegas anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, menyebabkan jutaan anak Indonesia tidak mendapatkan vaksinasi dasar yang lengkap dan berisiko memiliki daya tahan yang rendah terhadap sejumlah penyakit di masa datang. 

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, mengajak semua pihak agar mampu berkolaborasi untuk memberi pemahaman kepada setiap orang tua agar segera melengkapi pemberian vaksin dasar terhadap putra-putrinya.

Dia sangat berharap upaya bersama pemangku kepentingan dan masyarakat dapat mewujudkan anak bangsa yang sehat dan tangguh.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait