#ekspor#pertanian

Potensi Ekspor Sayuran Lampung Tinggi

Potensi Ekspor Sayuran Lampung Tinggi
Petani wortel di Liwa Lampung Barat. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Provinsi Lampung memiliki peluang yang cukup baik untuk melakukan ekspor produk pertanian, khususnya sektor sayuran dan buah sayuran. Hal terbut dilihat dari daerah Lampung yang masih memiliki lahan luas untuk mengembangkan pertanian.

"Sebagai contoh untuk produk sayuran kol, petai dan jengkol. Ketiga sektor tersebur sangat memiliki pasar yang baik untuk ekspor, seperti produksi kol yang cukup tinggi di daerah Lampung Barat maupun Tanggamus," kata Subkoordinator Karantina Tumbuhan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung, Irsan Nuhantoro.

Menurutnya, beberapa negara yang bisa menerima komoditas sayuran tersebut yaitu Singapura, Malaysia dan beberapa negara dikepulauan pasifik. "Seperti makan petai, jengkol memang cukup asing di negara eropa, sehingha memang masih di daerah pasifik yang dilakukan ekspor," katanya.

Namun ia mengatakan, untuk saat ini sayuran belum ada, jenis sayuran yang signifinan dilakukan ekspot. Sehingga jenis petai, jengkol hingga buah asam masuk kedalam jenis buah sayuran.

Untuk jenis ekspor sayuran tersebut pun, lanjutnya, pihaknya mengatakan jika masih dilakukan pengiriman dalam jumlah yang sangat sedikit yakni dibawah 10 kilogram.

"Memang minatnya masih dibawah rata-rata namun potensinya sudah terlihat, tinggal upaya penggalian agar semakin dikenal dan semakin bisa menjadi pilihan ekspor banyak negara," katanya.

Sehingga, pihaknya masih mendorong banyak masyarakat yang mau lakukan ekspor, dengan cara menyiapkam sejumlah langkah persyaratan agar bisa masuk peluang ekspor.

"Persyaratan ekspor secara umum yaitu menyertakan Phytosanitary yang dikeluarkan oleh Karantina Pertanian, salain syarat umum tersebut ada beberapa negara yang memiliki persyaratan khusus seperti Malaysia dan Singapura mensyaratkan tidak ada tanah, tidak ada serasah lain selain komoditas sayuran tersebut,," jelasnya.

Selain itu juga, untuk lakukan ekspor sayur, ada negata yang mengharuskan syarat kondisi sayur tidak busuk dan lain sebagainya. "Syarat khusus untuk impor sayur ke Malaysia dapat diketahui dengan mensubmit permohonan impor permit," katanya.

Nanti setelah otoritas karantina Malaysia akan mengeluarkan  impor permit yang didalam nya akan berisi persyaratan umum, persyaratan teknis dan persyaratan tambahan.

"Selain itu di beberapa negara akan memberika  persyartan tambahan untuk sertifikasi organik yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi organic internasional," katanya.

Adapun dalam proses ekspor, bisa melalui pesawat maupun kontainer berpendingin, dimana yang perlu diperhatikan adalah biaya logistik dan tingkat umur dari sayuran atau buah sayuran segar.

"Sebagai contoh permintaan akan berbagai jenis sayuran dan buah sayuran ke Dubai sangat tinggi namun dengan biaya logistik pesawat yang tinggi maka akan menjadi hambatan serta waktu tempuh yang lama karena harus transit, maka akan menurunkan kualitas sayuran yang akan diekspor," jelasnya.

Selain iti, misal untuk sayuran kol meskipun ke negara kepulauan pasifik yang waktu tempuh nya lama maka dapat diperpanjang umurnya dengan mengirim melalui container berpendingin. "Karena beda jenis sayur beda juga cara pengirimannya," tutup dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait