#Bansos#VirusKorona#BLT

Pos Indonesia Jamin Tidak Ada Kerumunan saat Penyaluran BLT

Pos Indonesia Jamin Tidak Ada Kerumunan saat Penyaluran BLT
Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus. FOTO: ANTARA/Aris Wasita


Solo (Lampost.co) -- PT Pos Indonesia (Persero) memastikan tidak ada kerumunan saat penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BLT) terutama di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali. Selain memperbanyak titik, hal lain yang dilakukan adalah dengan meningkatkan frekuensi penyaluran.

"Di Kota Surakarta masih perlu kami tingkatkan karena memang kondisi PSBB (PPKM) membuat kami harus lebih banyak, dan kelompoknya dibuat kecil-kecil supaya tidak terjadi kerumunan yang besar," kata Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus, dilansir dari Antara, Sabtu, 30 Januari 2021.

Sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk penerima BLT tidak boleh diwakilkan oleh siapapun. Guna memastikan bahwa yang bersangkutan merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), harus ada kelengkapan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga.

Selain itu, dikatakannya, sebelum menerima uang tunai, penerima akan difoto wajah terlebih dahulu. Bahkan, ke depan foto tersebut akan disamakan dengan data yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

"Istilahnya pengenalan wajah. Setelah itu baru kami kasih," tuturnya.

Sejauh ini tidak ada kendala terkait bantuan tersebut. Meski demikian, setiap saat pihaknya selalu melakukan pembaharuan data. "Data yang diberikan Kemensos waktu kami datangi orangnya sudah meninggal atau pindah rumah. Bisa juga orangnya sudah tidak butuh bantuan lagi, sudah naik kelas," ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan untuk memperpanjang penyaluran BLT sebesar Rp300 ribu per bulan untuk per keluarga. Tujuan dari penyaluran bantuan tersebut untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih berlangsung di dalam negeri.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait