kriminal

Polsek Pringsewu Kota Tangkap Satu dari Lima Pelaku Pengeroyokan

( kata)
Polsek Pringsewu Kota Tangkap Satu dari Lima Pelaku Pengeroyokan
FAE pelaku penganiayaan terduduk lesu saat di amankan reskrim Polsek Pringsewu Kota.

Pringsewu (Lampost.co) --  Satu dari empayeorang buronan kasus penganiayaan dan pengeroyokan berinisial FAE alias Buyung (22)  ditangkap  Tim Tekab 308 Reskrim Polsek Pringsewu Kota, Kamis, 18 Juni 2020. Ia merupakan warga Dusun Sukorejo Hulu, Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, Pringsewu.

FAE alias Buyung dan rekanya RH (DPO) diduga telah melakukan tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan terhadap korban Rohman (23) warga Pekon Karang Sari Kecamatan Pagelaran, Pringsewu pada Minggu, 8 Maret 2020 sekira pukul 01.15 WIB di lokasi jembatan Way Bulok Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu.

Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Basuki Ismanto,  mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, membenarkan penangkapan Buyung yang masuk dalam Daftar Pencarian orang (DPO) itu.

Berdasarkan penuturan korban, pada  8 Maret 2020 sekitar pukul 01.15 WIB, korban pulang dari arah Gadingrejo. Saat melintas di jembatan Way Bulok, Pekon Sidoharjo, Pringsewu, korban melihat temannya sedang dipukuli oleh beberapa orang yang tidak dikenali. Saat itu, korban berusaha untuk melerai dan menolong temannya. Sesaat kemudian, dua orang dari beberapa orang yang tidak dikenal tersebut mendatangi korban dan menyuruh korban jangan ikut campur.

Kemudian, salah satu pelaku hendak memukul korban, tetapi korban menghindar. Seorang lainnya langsung mengarahkan pisau ke leher korban. Korban langsung menangkap bagian mata pisau.  Lalu pelaku menariknya sehingga mengakibatkan luka pada jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk korban.

Setelah melihat korban terluka parah para pelaku langsung pergi. Pelaku sempat menendang sepeda motor korban hingga roboh. Usai kejadian tersebut, korban melaporkannya ke Polsek Pringsewu Kota.

Kapolsek menjelaskan atas pengaduan korban tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. "Kemudian pada Kamis, 18 Juni 2020 kami mendapat informasi bahwa salah pelaku  atas nama FAE alis Buyung sedang pulang ke rumahnya dan langsung dilakukan penangkapan," paparnya.

Basuki menambahkan dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatanya. Sementara empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran. FAI, kata Kapolsek, dalam pengakuannya berperan membawa senjata tajam jenis pisau dan menyerang korban hingga mengakibatkan luka serius di beberapa jari tangan korban.

"Pelaku mengaku tidak suka denga korban yang ikut campur tangan sehingga melakukan penganiayaan," ungkap Basuki Ismanto.

Saat ini, pelaku sudah diamankan dan terancam dijerat Pasal 170 jo 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar