pencurianmaling

Polsek Pagelaran Kembali Ringkus Residivis Kasus Pencurian

Polsek Pagelaran Kembali Ringkus Residivis Kasus Pencurian
Tersangka pencuri hp diamankan Polsek Pagelaran. Dok


PRINGSEWU (Lampost.co) -- Seorang residivis berinisial YIS (21), warga Pekon Tanjung Kemala, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, diamankan Sat Reskrim Polsek Pagelaran karena melakukan aksi pencurian bersama dua rekannya, CN dan DN (DPO).

Kapolsek Pagelaran AKP Safri Lubis, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, menyatakan YIS merupakan residivis yang baru dua minggu keluar dari lembaga pemasyarakatan. Pelaku melakukan pencurian satu Unit HP  Merk Oppo A3s milik korban Imron (44) di Pekon Karang Sari Kecamatan Pagelaran,Pringsewu pada Sabtu, 31 Oktober 2020, sore.

Modus yang dilakukan ketiga pelaku yakni mendatangi rumah korban dengan mengendarai sebuah sepeda motor Honda Beat warna merah. Saat itu  satu pelaku berinisial CN masuk ke dalam rumah korban dan mengambil HP yang sedang dicas di ruang tengah sedangkan pelaku YIS dan DN menunggu dan mengawasi di luar rumah.

"Nahas, saat akan mengambil HP diketahui isteri korban dan akhirnya diteriaki maling, sontak warga pun mendengar teriakan tersebut dan melakukan pengejaran, tetapi ketiganya kabur," ungkap Kapolsek, Senin, 2 November 2020.

Kapolsek menambahkan saat itu sebagian warga melapor kepada petugas kepolisian, dan selanjutnya polisi melakukan pengejaran. "Saat itu polisi langsung melakukan penyekatan jalan di lokasi," ungkapnya.

Kemudian tambah Kapolsek, saat melihat ada orang yang dicurigai, polisi langsung melakukan penghadangan di persimpangan pasar Ganjaran Kecamatan Pagelaran. Lalu polisi melakukan penangkapan terhadap YIS sedangkan kedua pelaku lain melarikan diri.

Menurutnya dalam proses interogasi, pelaku YIS mengakui telah melakukan pencurian bersama kedua temanya. Namun barang bukti berupa HP dibawa kabur oleh kedua pelaku.

Sedangkan sepeda motor milik pelaku diamakan di mapolsek pagelaran. Kemudian untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku di jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait