#Kerusuhan#Timika#Papua

Polri Tutup Ribuan Akun Penyebar Hoaks Soal Papua

Polri Tutup Ribuan Akun Penyebar Hoaks Soal Papua
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto,


Jakarta (Lampost.co) -- Patroli gabungan siber dari Polri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menutup ribuan akun penyebar konten provokatif dan hoaks soal Papua. Konten paling banyak disebar lewat media sosial Facebook.

"Dari 32 ribu konten yang sudah dilakukan mapping, ada 1.750 akun lebih yang sudah diajukan untuk dilakukan pemblokiran dan take down oleh Kominfo," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Agustus 2019.

Dedi menyebut patroli siber menemukan konten provokatif dibuat dari luar negeri. Dia menduga ada pihak luar yang ingin memperkeruh suasana dan kedaulatan NKRI.

"Ini sudah eranya di mana serangan-serangan secara hybrid. Serangan perangnya sudah perang siber. Kita harus lawan dengan siber juga," ujar dia.

Dedi menuturkan Kominfo memiliki standar operasional prosedur (SOP) terkait pembatasan internet. Pembatasan dilakukan bila ditemukan 300 konten bernada negatif dalam satu menit.

"Kita melihat dari perspektif untuk kepentingan bangsa," ucap Dedi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan pembatasan layanan internet di Papua dilanjutkan. Ini berdasarkan evaluasi yang dilakukan aparat penegak hukum dan instansi terkait, Jumat, 23 Agustus 2019.

Berdasarkan hasil evaluasi, pemerintah menyimpulkan situasi dan kondisi di beberapa kota dan kabupaten di Papua berangsur pulih. Namun, distribusi dan transmisi informasi bohong, provokatif, dan rasialisme masih terbilang tinggi.

Dedi menegaskan pembatasan internet untuk kepentingan NKRI. Ini di atas kepentingan segalanya.

"Ekonomi bisa dilakukan recovery sesaat. Tapi kalau terjadi sesuatu pada keutuhan NKRI, jauh lebih penting mana?," tegas Jenderal Bintang Satu itu.

EDITOR

Medcom.id

loading...


Berita Terkait



Komentar