#djokotjandra#kasusbankbali

Polri Mulai Selisik Dugaan Suap Kasus Djoko Tjandra

( kata)
Polri Mulai Selisik Dugaan Suap Kasus Djoko Tjandra
Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Jakarta (Lampost.co) -- Terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Mabes Polri, Jakarta Selatan. Ini untuk memudahkan pemeriksaan oleh penyidik Bareskrim Polri.

"Kami lanjutkan pemeriksaan-pemeriksaan terkait dengan kasus surat jalan, rekomendasi, dan juga lidik terkait aliran dana," kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 31 Juli 2020.

Listyo mengungkapkan Djoko Tjandra telah menjalani pemeriksaan rapid test dan swab test Covid-19. Ini untuk memastikan Djoko terbebas dari virus korona (Covid-19) sebelum menjalani pemeriksaan.

"Itu syarat yang memang diatur dalam aturan saat dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

Berita terkait: Djoko Tjandra Dijebloskan ke Rutan Mabes Polri

Listyo menyebut penahanan Djoko Tjandra di Rutan Salemba cabang Mabes Polri hanya sementara. Dia bakal mendekam selama 20 hari. Penahanan bakal diperpanjang selama 40 hari bila pemeriksaan belum selesai.

"Setelah selesai pemeriksaan, dia akan diserahkan ke Rutan Salemba sesuai dengan kebijakan Karutan Salemba," katanya.

Djoko Tjandra ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 30 Juli 2020. Dia langsung dijemput oleh Listyo.

Keterangan Djoko Tjandra dibutuhkan penyidik Bareskrim untuk membongkar pihak-pihak lain yang membantu dalam pelarian selama 11 tahun. Begitu juga oknum-oknum yang diduga menerima suap dari Djoko.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar