pemalsuanppdb

Polresta Tunggu Arahan Disdik Soal Pemalsuan Dokumen PPDB

Polresta Tunggu Arahan Disdik Soal Pemalsuan Dokumen PPDB
Ilustrasi. Antara


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dinas Pendidikan Provinsi Lampung menyatakan sebanyak 131 peserta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan data kependudukan yang tidak sesuai atau invalid. Data itu merupakan hasil verifikasi faktual tahap I 19-21 Juni, dan verifikasi tahap II pada 22 Juni 2020.

Belum diketahui secara spesifik apakah data tersebut, hanya di Bandar Lampung saja atau ada di 15 Kabupaten Kota pada proses PPDB tingkat SMA se-Lampung. Disdikbud menggandeng Polresta Bandar Lampung pada proses verifikasi.

Baca juga: Data Kependudukan 131 Peserta PPDB Invalid

Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Yan Budi Jaya mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil dan arahan, serta permintaan dari Disdikbud terkait apakah ada proses penyelidikan hingga penyidikan dugaan pemalsuan dokumen pada proses PPDB.

"Sampai saat ini lidik belum ada, kalau sudah begitu (pelimpahan dari Disdik), kita terima, dan kita tindak lanjuti," ujarnya, Rabu, 24 Juni 2020.

Menurutnya, polresta lebih mengedepankan koordinasi ke instansi terkait terlebih dahulu. Apakah temuan tersebut akan dibawah ke ranah pidana, atau hanya dalam bentuk pelanggaran dan diberi sansksi oleh Disidikbud.

"Pidana juga kan jalan paling terakhir (asas ultimum remidium). Tapi kalau ada sampai membesar (viral), dan jadi polemik serta menimbulkan kehebohan, kita tindak lanjuti," kata alumnus Akabri 1996 itu.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait