#korupsi#penggelapandana#bpbd

Polresta Serahkan Penyidikan Korupsi Eks Bendahara BPBD Bandar Lampung ke Kejari

Polresta Serahkan Penyidikan Korupsi Eks Bendahara BPBD Bandar Lampung ke Kejari
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung tidak melanjutkan penyidikan perkara dugaan penggelapan kas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung dengan tersangka eks bendahara, Krissanti. Kebijakan tersebut diambil usai berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung.

"Penyidikan diserahkan ke Kejari," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, Rabu, 25 Agustus 2021.

Baca: Kelanjutan Perkara Korupsi Eks Bendahara BPBD Bandar Lampung Tunggu Sinyal Kejari

 

Menurut Resky, subjek dan objek perkara yang ditangani sama persis dengan Kejari. Sedangkan Kejari lebih dulu menetapkan Krissanti sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

"Objeknya sama," katanya.

Sementara itu, pengamat hukum dari Universitas Lampung (Unila) Eddy Rifai mengatakan, penyidikan tersebut sudah selayaknya dilakukan Kejari Bandar Lampung meski korban juga melapor ke Polresta.

"Ada MoU antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan Polri, siapa yang lebih dulu yang mengeluarkan surat penyidikan dia yang berhak," kata Eddy.

Eddy juga menyebut tidak tepat pelaporan penipuan penggelapan Krissanti disasarkan pada Pasal 378-372 KUHP.

"Ini tindak pidana korpsi (Tipikor), karena unsurnya aparatur sipil negara (ASN)," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait