#penggelapan#mcf#kriminal

Polresta Selidiki Laporan Penggelapan Mobil di MCF

Polresta Selidiki Laporan Penggelapan Mobil di MCF
Polresta akan selidiki laporan penggelapan mobil di MCF. (Foto:Lampost/Salda)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Terkait laporan Juliann selaku debitur terhadap seorang karyawan PT Mega Central Finance (MCF) atas dugaan penggelapan mobil ke Polresta Bandar Lampung, pihak kepolisian segera memanggil pelapor untuk mendalami perkara tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Dalam waktu dekat akan memanggil pelapor terlebih dahulu.

"Nanti kami mintai keterangan dari kedua belah pihak dalam waktu dekat," kata dia, Rabu, 17 Agustus 2022.

Kakak Julian, Yusri mengatakan akibat dugaan penggelapan itu adiknya mengalami kerugian Rp153 juta. Yusri menjelaskan, pada Januari 2022 pihaknya melapor ke Polresta telah kehilangan Honda Brio BE-1343-CR. Kendaraan itu kredit di MCF dan sudah berjalan selama 3,5 tahun.

Menurut Yusri, setelah ditelusuri, mobil itu ditemukan oleh koordinator kolektor Nandi pada Mei 2022, namun tidak diberi tahu kepada korban. Ternyata mobil itu telah dilelang.

"Tidak ada konfirmasi sama sekali ke pihak kami, bahwa unit tersebut sudah ditemukan," kata Yusri.

Padahal, menurutnya, Kepala Cabang MCF Lampung mengetahui mobil itu dilaporkan hilang. Bahkan membuat surat pemberitahuan mobil tersebut hilang.

"Kepala cabangya tahu mobil itu ilang, dia yang menandatangani dan membuat surat keterangan. Bahkan surat kehilangan dari polisi mereka mengetahuinya," kata dia.

Kordinator Kolektor PT MCF Lampung, Nandi membantah soal tuduhan menggelapkan mobil tersebut. Menurutnya, pelelangan mobil itu sudah sesuai prosedur perusahaan.

"Sejak mobil ditemukan saya udah menghubungi Julian dengan mengirimkan surat pemberitahuan administrasi untuk pelunasan sisa kredit agar mobil bisa dikembalikan lagi," kata dia.

Namun menurutnya, hingga waktu yang ditentukan debitur (Julian) tidak ada jawaban dan tidak membayar sisa pelunasan angsuran mobil. Karena tidak ada respons, pihaknya melelang mobil tersebut.

"Wajar kami menyelamatkan aset. Setelah mobil dilelang, tiba-tiba debitur Julian datang protes karena tanpa pemberitahuan ke dirinya," kata Nandi.

Dia menduga debitur ingin melepas tanggung jawab sisa kredit mobil ke PT MCF.

"Pembayaran angsuran dia Januari sampai hari ini sudah macet, tidak ada tanggungjawab sama sekali, jadi kami lepas," kata dia.

Nandi berharap semoga kasus tersebut bisa menemukan titik terang dan diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami juga sempat ingin menyelesaikan ini secara kekeluargaan, namun dari pihak debitur (Julian) tidak pernah merespons," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait