#hukum#beritalampung#ott#korupsi

Polresta Kebut Kelengkapan Berkas P-21 Kasus OTT DPMPTSP Lampung

Polresta Kebut Kelengkapan Berkas P-21 Kasus OTT DPMPTSP Lampung
Ilustrasi - Medcom.id.


Bandar Lampung (Lampost.co): Jaksa Penuntunt Umun (JPU) Kejari Bandar Lampung mengembalikan berkas perkara operasi tangkap tangan (OTT) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung.

Pada perkara tersebut dua tersangka Kabid Penyelenggara Perizinan dan Non-Perizinan A Nirwan Yustian (50) dan Edi Efendi, staf fungsional dari bidang tersebut.

Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polresta Bandar Lampung sudah mengirimkan surat perintah dimulainya penyidikan dan berkas tahap 1 ke JPU.

"Iya benar, P-19 ada yang harus dilengkapi," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, Kamis, 19 November 2020.

Resky tak memaparkan secara rinci hasil teliti oleh JPU. Namun, tentunya ada pada syarat formil dan materil yang harus dilengkapi. "Secepatnya kita lengkapi dan kita kirimkan lagi, agar bisa segera P-21," katanya.

Pada perkara ini, dari tangan pelaku diamankan barang bukti yakni, 5 unit ponsel, satu berkas Surat Permohonan Izin (SIP) dan Surat Izin pemanfaatan Air Tanah (SIPA), uang Rp25 juta (fee) serta empat rangkap SIP dan SIPA untuk pengeboran PT Lautan Teduh Interniaga, serta dua tanda terima berkas permohonan izin PT Lautan Teduh Interniaga.

Nirwan Yustian dijerat dengan Pasal 12 Huruf E UU No. 21 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, sedangkan Edi Efendi dijerat pasal 12 Huruf E UU No. 21 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 51 KUHPidana.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait