#Pemalsuan#STNK#BPKB

Polresta Buru Sindikat Pemalsu STNK dan BPKB

Polresta Buru Sindikat Pemalsu STNK dan BPKB
Kapolresta menggelar konperensi pers soal sindikat pembuatan STNK dan BPKB palsu, Selasa, 9 Maret 2021. Lampost.co/Asrul S Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung masih melakukan pengembangan terhadap dugaan jaringan pemalsu STNK dan BPKB di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim).

Pelaku dan pengguna jasa pelaku diduga menggunakan dokumen asli tapi palsu (aspal) untuk sepeda motor curian agar tetap terjual dengan harga tinggi.

"Masih pendalaman. Kami masih kembangkan ada tidaknya sindikat lain," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, Minggu, 14 Maret 2021.

Pengembangan perkara tersebut melibatkan Polda Lampung. Polisi terus melengkapi berkas perkara hingga meminta keterangan ahli, baik ahli pidana maupun ahli dokumen surat kendaraan bermotor.

"Selain kita kembangkan, penyidik juga fokus melengkapi berkas perkara tiga pelaku yang sudah kami tetapkan tersangka," katanya.

Resky mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi pelaku pencurian motor yang bekerja sama dengan komplotan tersebut. Pelaku sudah diburu.

Baca: Polresta Bongkar Sindikat Pembuatan STNK Motor Curian

 

"Kami mendalami dari 10 motor yang sudah terjual, pelaku kemarin perannya menampung dan memalsukan surat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polresta Bandar Lampung membongkar sindikat pembuatan STNK dan BPKB palsu.

Dari perkara tersebut, tiga orang berhasil ditangkap, yakni Apkorisan (22), dan Andi Jatra (37), warga Jalan Adi Sucipto, Kebun Jeruk, Tanjungkarang Timur, dan Zulkarnaen (66), warga Adirejo, Kecamatan Jabung, Lamtim.

Aparat mengamankan barang bukti berupa, satu unit sepeda motor jenis NMax  B 4710 TIO beserta STNK, 15 buah BPKB, 13 lembar STNK, dan sejumlah spare part sepeda motor, serta alat cetak nomor rangka dan mesin.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait