#BERITABANDARLAMPUNG#KRIMINAL

Polresta Bongkar Sindikat Pembuatan STNK Motor Curian

Polresta Bongkar Sindikat Pembuatan STNK Motor Curian
Kapolresta menggelar konperensi pers soal sindikat pembuatan STNK dan BPKB palsu, Selasa, 9 Maret 2021. (Foto: Lampost.co/Asrul S Malik)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggota Satreskrim Polresta Bandar Lampung membongkar sindikat Pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) palsu. Surat-surat bodong tersebut dipesan untuk melengkapi dokumen motor curian yang dijual lagi agar nilai jualnya tinggi.

Polisi menangkap tiga pelaku yaitu Apkorisan (22) dan Andi Jatra (37), warga Jalan Adi Sucipto, Kebun Jeruk, Tanjungkarang Timur, dan Zulkarnaen (66), warga Adirejo, Kecamatan Jabung, Lampung Timur. Aparat menyita barang bukti berupa satu unit motor jenis Nmax  B 4710 TIO beserta STNK, 15 buah BPKB, 13 lembar STNK, dan sejumlah spare part sepeda motor, serta alat cetak nomor rangka dan mesin.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi Jaya mengatakan, kronologi bermula dari tim khusus anti bandit (tekab) 308 dan Unit Ranmor Satreskrim Polresta Bandar Lampung yang mendapatkan informasi adanya rencana transaksi jual beli motor dengan sistem Cash on Delivery (COD), pada Sabtu 6 Maret 2021 sore di Bandar Lampung. Sebelum bertransaksi, aparat menangkap AP dan menyita motor jenis yamaha Nmax Putih beserta STNK yang diduga palsu.

Dari hasil pengembangan, motor yang hendak dijual tersebut milik Alfath Habibie, yang dicuri pada 19 Februari 2021 lalu di jalan RA Basyid, Gang Paring, 19 Februari 2021. Motor tersebut telah diubah nomor pelat dan STNK-nya oleh sindikat tersebut, sementara korban masih memiliki STNK dan BPKB asli. Hal itu diperkuat dengan pengecekan nomor rangka, dan nomor mesin yang sesuai.

"Jadi, ada dugaan penjualan motor bodong terus dikembangkan," ujar Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Yan Budi Jaya, di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa 9 Maret 2021.

Ternyata Apkorisan diperintahkan oleh Andi Jatra untuk menjual motor bodong tersebut. Singkatnya, Andi ditangkap. Penyelidikan terus berkembang hingga ke Jabung, Lampung Timur. Tim pun menangkap Zulkarnaen. Di sana, aparat menemukan 15 BPKB dan 13 STNK, serta alat peneng (pencetak nomor rangka).

"ZK (Zulkarnaen) setidaknya telah menjual 10 motor disertai STNK palsu,"katanya. 

Zulkarnaen mengaku membeli STNK asli tapi palsu (Aspal) tersebut secara online. Nantinya pemilik motor bodong bisa mencocokkan nomor rangka kendaraannya (diketok), dengan STNK yang Zulkarnaen miliki. 

"Jadi, saya beli online dari UB yang udah ketangkep di Jawa Barat," ujarnya.

Ia mengaku membeli satu buah STNK atau BPKB seharga Rp250 ribu. Lalu bisa dijual Rp750 ribu per lembar. Bahkan, satu set bisa ia jual Rp1,5 juta, tergantung pemesan.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait