#narkoba#pringsewu

Polres Pringsewu Tangkap Pelaku Sembunyikan Sabu-sabu dalam Mulut 

Polres Pringsewu Tangkap Pelaku Sembunyikan Sabu-sabu dalam Mulut 
Dua tersangka penyalahgunaan narkoba yang ditangkap polres Pringsewu, Senin, 29 November 2021. Lampost.co/Widodo


Pringsewu (Lampost.co) -- Polisi menangkap kurir sabu-sabu yang menyembunyikan barang terlarang itu dalam mulut. Selain kurir, polisi juga menangkap seorang bandar sabu-sabu asal Tanggamus di lokasi berbeda, Jumat, 26 November 2021.

Kasat Narkoba Polres Pringsewu Iptu Khairil Yasin Ariqa menjelaskan kedua pelaku penyalahgunaan narkoba yang ditangkap berinisial SN als Piyan (39) pekerjaan buruh tani dan FD als Pengki (31) yang berprofesi pengangguran. Keduanya merupakan warga Pekon Tanjungkemala, Kecamatan Pugung, Tanggamus.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita barang bukti (BB) 1 buah plastik klip berisi 0,18 gram sabu, 15 plastik klip kosong alat hisap sabu dan yang tunai Rp300 ribu. Tersangka SN dibekuk saat sedang mengantarkan pesanan sabu-sabu di area makam Dusun Blitar, Pekon Patoman, kecamatan Pagelaran pada pukul 14.30 WIB.

Saat disergap polisi, tersangka menyembunyikan satu paket sabu-sabu yang terbungkus plastik klip didalam mulutnya. Sedangkan FD als Pengki diamankan di rumahnya di Pekon Tanjungkemala, Kecamatan Pugung pada pukul 15.00 WIB usai SN bernyanyi tentang keterlibatannya.

"Kedua tersangka diamankan tanpa melakukan perlawanan di dua lokasi terpisah pada Jumat siang kemarin,"kata Iptu Khairul Yasin Ariqa di Mapolres, Senin, 29 November 2021.

Baca juga: Kurir dan Bandar Sabu di Pringsewu Dibekuk

Ia menjelaskan dari kedua tersangka, inisial SN diduga kuat berperan sebagai kurir sedangkan tersangka FD berperan sebagai bandar. Dari proses pemeriksaan, tersangka SN dan FD mengaku sudah dua bulan terakhir berjualan sabu-sabu yang dipasok oleh warga Tanggamus yang sudah diketahui identitasnya dan kini dalam pengejaran polisi.

Kasat menjelaskan kedua tersangka memasarkan sabu tersebut di wilayah Pringsewu dan Tanggamus. Berdasarkan pengakuan tersangka, keuntungan dari berjualan sabu-sabu bisa mencapai Rp300 ribu per hari.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya dijebloskan di tahanan polres dan akan dijerat dengan UU Narkotika Pasal 114 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait