#beritalampung#beritalampungterkini#tambangilegal#penambanganbatu#penambanganpasir#kriminal

Polres Lamtim Ungkap 3 Kasus Tambang Ilegal Selama 2022

Polres Lamtim Ungkap 3 Kasus Tambang Ilegal Selama 2022
Kanit Tipidter Polres Lampung Timur, Ipda Meidy Hariyanto, saat diwawancarai di ruangannya, Rabu 28 Desember 2022. Lampost.co/Arman Suhada


Sukadana (Lampost.co) -- Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Reskrim Polres Lampung timur selama 2022 mengungkap tiga kasus tambang ilegal. Selain itu juga mengungkap satu kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM).

Hal tersebut diungkapkan Kanit Tipidter Polres Lamtim, Ipda Meidy Hariyanto, didampingi Kasat Reskrim Iptu Johannes Erwin Parlindungan Sihombing saat dikonfirmasi di Mapolres Lampung Timur, Rabu 28 Desember 2022.

Pihaknya mengatakan tiga kasus tambang ilegal tersebut, yakni dua tambang pasir ilegal dan satu tambang batu ilegal. 

Baca juga: Kebakaran Rumah di Lambar Diduga Akibat Ledakan Elpiji 

"Dua kasus tambang pasir ilegal terjadi di Desa Pasirsakti, Kecamatan Pasirsakti, dan di Dusun VII, Desa Adiluhur, Kecamatan Jabung," ujarnya.

Kemudian, kasus tambang batu ilegal terjadi di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Margatiga, pada Oktober 2022 lalu. 

Pihaknya juga mengungkap kasus penyalahgunaan BBM di Desa Maringgai, Kecamatan Labuhanmaringgai, Juli 2022 lalu. "Selama 2022 ini, Unit Tipidter Reskrim Polres Lampung Timur mengungkap dua kasus tambang pasir ilegal. Kemudian, satu kasus tambang batu ilegal dan satu kasus penyalahgunaan BBM," katanya.

Dia juga menjelaskan penambangan pasir ilegal ada dua. Yang pertama, Juli lalu, kami menemukan aktivitas penambangan pasir ilegal atau tidak memiliki izin dengan loasinya di Dusun VII, Desa Adiluhur, Kecamatan Jabung. 

"Kami amankan satu tersangka yakni AR dan kasus sudah tahap P21," ujarnya.

Kemudian, kasus tambang pasir ilegal selanjutnya di Desa Pasirsakti, Kecamatan Pasirsakti, 16 Desember 2022.

"Saat sedang melakukan patroli, anggota menemukan aktivitas penambangan pasir di wilayah tersebut. Saat ini kasus tersebut sedang dalam tahap sidik," katanya.

Kemudian, kasus tambang batu ilegal, pihaknya mengamankan dua pelaku. "Terjadi di Desa Tanjungharapan, Kecamatan Margatiga, dengan dua tersangka yakni IS dan SR. Penangkapan pelaku penambangan batu ilegal ini dilakukan pada Selasa, 4 Oktober 2022. 

"Untuk kasus penambangan batu ilegal ini, saat ini sudah tahap P21. Semua pelaku tambang ilegal dijerat dengan Pasal 161 UU RI No 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU RI No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan dan Batu Bara,” ujarnya.

Sementara itu, pengungkapan kasus penyalahgunaan dan penimbunan BBM terjadi pada Kamis, 27 Juli 2022, pukul 11.00 WIB. "Lalu, kasus penyalahgunaan BBM diamankan di Desa Maringgai, Kecamatan Labuhanmaringgai, dengan tersangka FK. Tambang tersebut diketahui tidak berizin dan kasus ini sudah tahap P21," katanya.

Para pelaku kasus penyalahgunaan BBM dijerat dengan Pasal 40 paragraf 5 bagian keempat bab III UU RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang mengubah ketentuan Pasal 55 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Ia juga menjelaskan, kasus tersebut sudah dalam tahap P21 telah dilakukan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Timur.

Ipda Meidy mengimbau agar masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas yang melanggar hukum, khususnya di wilayah hukum Polres Lampung Timur. "Harapannya, jangan sampai ada lagi penambangan ilegal, baik pasir ataupun batu," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait