#Covid-19lampung

Polres Lamsel Ancam Bubarkan Resepsi Pernikahan

Polres Lamsel Ancam Bubarkan Resepsi Pernikahan
Kasat Binmas Polres Lampung Selatan Iptu Devi Yani memberikan imbauan prokes kepada salah seorang warga yang akan menggelar hajatan di Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo. Lampost.co/Rustam


Kalianda (Lampost.co) -- Polres Lampung Selatan akan tegas terhadap warga yang masih nekat menggelar resepsi pernikahan di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro. Apalagi sejumlah desa di Lamsel sudah masuk zona merah.

"Akan dibubarkan, kami minta ketua RT dan Kadus mengawasi," kata Kasat Binmas Polres Lamsel Iptu Devi Yani, Sabtu, 10 Juli 2021.

Pihaknya mengimbau bagi warga yang berencana menggelar hajatan agar menunda sementara. Namun, bagi yang sudah terlanjur menyebar undangan diharuskan menerapkan protokol kesehatan dengan menyiapkan tempat cuci tangan, sanitizer dan masker, serta kursi tidak lebih dari 30 buah.

"Tidak ada makanan prasmanan, harus nasi kotak," tegasnya.

Iptu Devi berharap warga tidak nekat melanggar ketentuan tersebut, karena Satgas Covid-19 tidak segan akan membubarkan kegiatan yang sifatnya timbulkan kerumunan.

Terpisah, Kepala Desa Seloretno Achmad Subari menjelaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan yang sifatnya timbulkan kerumunan.

"Tidak pernah mengizinkan kegiatan seperti acara hajatan persepsi pernikahan," kata dia.

Ia meminta kesadaran masyarakat, untuk menunda seluruh kegiatan hajatan yang timbulkan kerumunan, karena beresiko menjadi klaster baru.

"Tunda dulu pestanya, kalau nikah bisa langsung di KUA," ujarnya.

Untuk diketahui, di Kecamatan Sidomulyo, sudah tiga Desa Zona Merah yakni Seloretno, Sidodadi dan Sidorejo, sedangkan zona oranye dua desa, zona kuning 7 desa dan zona hijau 4 desa.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait