batubarailegal

Polres Lampura Amankan Lima Tersangka dalam Kasus Batu Bara Ilegal

( kata)
Polres Lampura Amankan Lima Tersangka dalam Kasus Batu Bara Ilegal
Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho Martono saat menujukan barang bukti dan para tersangka dalam kasus pidana tentang pertambangan mineral dan batubara, Senin (24/2/2020). Hari Supriono


KOTABUMI (Lampost.co) -- Polres Lampung Utara mengungkap kasus tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara ilegal. Sebanyak lima orang diamankan dan ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Para tersangka yakni tiga sopir yaitu Indra Darmalis (30), warga Gunung Putri, Bogor, Bekasi Barat, Jefri Soleha (25), warga Kelurahan Ketapang, Panjang, Bandar Lampung, dan Febri Dianto (24), warga Kelurahan Campang, Sukabumi, Bandar Lampung. Sementara pemilik usaha batu bara yakni Romansyh (27), warga Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatara Selatan, dan Yulian Perdana (33), warga Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.

Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho Martono menjelaskan selain mengamankan para tersangka, petugas menyita barang bukti  tiga unit mobil fuso mengakut batu bara BG-8965-FO, BE-9602-CF, dan BE-8448-CU, dan uang tunai Rp 500 ribu berikut surat izin kendaraan.

"Keenam tersangka adalah sopir mobil batu bara dan pemilik diamankan karena mereka diduga tidak memiliki izin dalam pengangkutan batu bara," kata Kapolres saat ungkap kasus di mapolres setempat, Senin, 24 Februari 2020.

Menurutnya kasus ini terungkap, awalnya petugas mengamankan tiga sopir mobil truk fuso mengangkut batu bara melintas di Jalan Lintas Tengah Desa Srimenanti, Bukit Kemuning, Lampung Utara pada 12 Februari 2020. 

"Ketiganya tidak dapat menunjukkan bukti surat perizinan yang sah. Menurut mereka batu bara tersebut di pasok dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan, untuk dibawa ke daerah Cilegon, Banten," kata dia.

Kemudian petugas mengembangkan kasus, dan kembali mengamankan dua orang yang memerintahkan ketiga sopir untuk mengangkut batu bara yang dikelola oleh Romanasyah Zebua dan Yulian Pradana.

"Para tersangka akan dijerat dengan pasal 161 UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral, dan batubara," terangnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Berita Terkait


Komentar