#PUNGLI#BLT#BANSOS#BBM

Polres Lampung Utara Hentikan Proses Hukum Kasus Dugaan Pungli Dana BLT

Polres Lampung Utara Hentikan Proses Hukum Kasus Dugaan Pungli Dana BLT
Ilustrasi


Kotabumi (Lampost.co)---Satreskrim Polres Lampung Utara menghentikan kasus penanganan dugaan pungutan liar dana bantuan langsung tunai (BLT) yang menyeret oknum kepala desa bersama enam orang aparatur Desa Karangagung, Kotabumi Selatan.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Eko Rendi Oktama mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan selama  1 x 24 jam terhadap kepala desa dan sejumlah aparatur desa, tidak ditemukan unsur melawan hukum dalam kasus dugaan pungutan liar dana BLT yang mereka lakukan.

"Karena tidak ditemukan bukti kuat melawan hukum, maka kami menghentikan sementara proses penanganan perkaranya dan telah memulangkan kepala desanya  dan para aparatur desanya," kata dia.

Sebelumnya, Tekab 308 Polres Lampung Utara menangkap Kepala Desa Karangagung, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, berinisial EJ (67).

Pria tersebut dibekuk karena diduga melakukan pungutan liar terhadap dana bantuan langsung tunai (BLT) warganya, sekitar pukul 22.00, Kamis, 15 September 2022.

Selain kades tersebut, polisi juga menangkap enam aparatur desa lainnya yakni RMD (30), JA (32), SS (43), SYT (44), WP (33) dan RSN (50).

Kasat Reskrim Polres Lampura, AKP Eko Rendi Oktama, mengatakan pungutan itu dilakukan jajaran perangkat desa di Balai Desa Karangagung, pada Minggu, 11 September 2022, sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka menggelar rapat bersama seluruh kepala dusun dan warga penerima BLT.

Mereka membahas perbaikan lapangan serba guna di desa dan meminta kepada warga penerima BLT untuk menyumbang Rp50 ribu. "Bagi yang bersedia menandatangani nota kesepakatan dan ada juga warga yang tidak mau," kata Eko.

Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa empat lembar kertas berita acara dan penandatanganan penerima BLT, empat lembar kertas catatan jumlah uang yang diterima, uang tunai Rp550 ribu dari R dan Rp290 ribu dari EP.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait