#pembunuhan#penikaman#penusukan#santri

Polres Lambar Rekonstruksi Pembunuhan Santri

Polres Lambar Rekonstruksi Pembunuhan Santri
Rekonstruksi duel maut antarsantri Ponpes Al Falah Krui yang menyebabkan satu orang tewas. Dok


Liwa (Lampost.co) -- Satuan Reskrim Polres Lampung Barat bersama tim kejaksaan negeri setempat disaksikan kuasa hukum tersangka menggelar rekonstruksi pembunuhan DN (17), santri Ponpes Al Falah Pesisir Tengah, Pesisir Barat, Jumat, 16 September 2022. Rekonstruksi itu berlangsung di Mapolres Lambar.

Kasat Reskrim Polres Lambar AKP M Ari Satriawan mendampingi Kapolres AKBP Heri Sugeng Priyantho menjelaskan rekonstruksi itu bertujuan memberikan gambaran sekaligus meyakinkan penyidik tentang bagaimana kejadian yang dilakukan tersangka dan kebenaran keterangan para saksi. "Rekonstruksi ini bertujuan memudahkan tim penyidik agar memperoleh gambaran yang sesuai termasuk keterangan saksi tentang bagaimana tersangka melakukan tindak pidana itu dengan cara diperagakan kembali," katanya.

Dia menambahkan rekonstruksi berdasarkan surat pemberitahuan tentang dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap tersangka pelaku RZ (15) dalam perkara kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain melalui Surat Nomor: SPDP/51/IX/2022/Reskrim tanggal 16 September 2022 yang ditujukan kepada kepala Kejaksaan Negeri Lampung Barat.

Baca juga: Duel Sesama Santri Satu Tewas Ditikam 

Adapun kejadianya berlangsung pada Kamis, 15 September 2022, pukul 00.20 WIB, di belakang masjid Pondok Pesantren Al Falah, Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Barat.

Dalam perkara ini, tersangka dikenakan Pasal 80 Ayat (3) jo Pasal 76 C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Kejadian itu berlangsung saat tersangka RZ dan korban DN yang adalah kakak kelasnya berkelahi. Saat berkelahi itulah tersangka mengeluarkan sebilah pisau yang telah diselipkan di balik celananya  lalu menusuk korban hingga tersungkur dan meninggal.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait