penipuantanahsidangpidana

Politikus Lampung Bersaksi di Sidang Perkara Penipuan

Politikus Lampung Bersaksi di Sidang Perkara Penipuan
Lampost.co/Febi Herumanika


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Politikus Lampung, Darusalam dihadirkan dalam sidang kesaksian atas perkara dugaan penipuan pembiayaan pembuatan sporadik tanah atas terdakwa M Syaleh di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 1 Desember 2020.

Selain Darusalam ada enam saksi lainya yang dihadirkan Jaksa di persidangan termasuk saksi korban atas nama Nuryadin.

Dalam kesaksiannya, Nuryadin menyampaikan jika tidak mengenal terdakwa M Syaleh, tapi diantar Darussalam untuk dikenalkan.

Darussalam menyampaikan jika terdakwa Syaleh memiliki tanah di Gunung Kunyit seluas 16 hektar. "Tanah itu dijual dan dibayar uang mukanya Rp1,2 miliar dan pembeli akan memberikan pembayaran termin kedua setelah tanah tersebut dibuatkan sporadik," kata Nuryadin.

Menurut korban, terdakwa Syaleh meminta bantuan pembiayaan sporadik dan dijanjikan keuntungan kompensasi. Jadi biaya sporadik Rp500 juta, tapi dia baru ada uang Rp125 juta, "saya kasih dulu Rp375 juta," ujarnya.

Dia mengaku berani menyerahkan uang sebanyak itu lantaran yakin dengan Darussalam. "Saya percaya karena ada Darussalam, kalau bisnis gak pernah gagal," ujar dia.

Sementara itu, Darussalam mengaku tak pernah melihat penyerahan uang Rp500 juta dari Nuryadin ke terdakwa Syaleh. "Saya hanya mendatangani sebagai saksi saja," kata Darussalam.

Darussalam mengakui jika dia yang mengenalkan terdakwa Syaleh ke Nuryadin. "Tanda tangan sebagai saksi itu saya hanya ditelpon Nuryadin jika uang sudah diserahkan," kata dia.

Jaksa Alexsander Mirza menyampaikan terdakwa M Syaleh didakwa melakukan serangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang. 

Akibat perbuatan itu, terdakwa M Syaleh mengakibatkan saksi korban Nuryadin mengalami kerugian sebesar Rp500 juta. Perbuatan terdakwa M Syaleh diancam pidana dalam Pasal 378 KUHAP dan 372 KUHAP.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait