#penistaanagama

Politikus dan Jurnalis India Didakwa Menghina Nabi Muhammad

Politikus dan Jurnalis India Didakwa Menghina Nabi Muhammad
Politikus Partai BJP Nupur Sharma (kiri) dan jurnalis Saba Naqvi didakwa terkait penghinaan terhadap agama. Foto: Scroll.in


New Delhi (Lampost.co) -- Polisi New Delhi, India mengajukan dua kasus sehubungan dengan posting yang diduga menyakiti sentimen agama. Nupur Sharma dan jurnalis Saba Naqvi di antara beberapa yang didakwa karena postingan media sosial yang diduga menyinggung.


“Juru Bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) yang diskor Nupur Sharma dan jurnalis Saba Naqvi termasuk di antara beberapa orang yang didakwa Polisi Delhi pada Rabu 8 Juni 2022. Mereka didakwa karena posting media sosial yang diduga melukai sentimen agama,” The Indian Express melaporkan, dikutip dari Medcom.id, Jumat, 10 Juni 2022.

Polisi mengajukan dua laporan informasi pertama sehubungan dengan masalah ini. Kasus pertama diajukan terhadap delapan orang, termasuk Naqvi, kepala unit media BJP Delhi yang diusir Naveen Kumar Jindal, pemimpin Hindu Mahasabha Pooja Shakun Pandey, ulama yang berbasis di Rajasthan Maulana Mufti Nadeem dan juru bicara Partai Perdamaian Shadab Chauhan.

Kasus kedua diajukan terhadap Sharma dan beberapa pengguna media sosial lainnya.

“Kami mengajukan FIR (First Information Report) di bawah beberapa bagian undang-undang India terhadap mereka yang menyebarkan pesan kebencian, menghasut berbagai kelompok dan menciptakan situasi yang merusak pemeliharaan ketentraman masyarakat,” ujar KPS Malhotra, Wakil Komisaris Polisi dari Unit Intelijen Fusion dan Operasi Strategis.

“Polisi juga akan melihat peran entitas media sosial dalam mempromosikan informasi palsu dan salah dengan maksud untuk menyebabkan kerusuhan di dunia maya,” kata petugas itu.

Sementara The Times of India melaporkan, polisi akan mengeluarkan panggilan kepada semua orang yang dituduh mengarahkan mereka untuk bergabung dalam penyelidikan.

BJP menangguhkan Sharma dan mengeluarkan Jindal pada Minggu setelah beberapa negara Muslim mengutuk pernyataan mereka tentang Nabi Muhammad. Sebanyak 20 negara dan organisasi dari negara-negara yang didominasi Muslim mengutuk pernyataan tersebut.

Pada Senin, Polisi Delhi mengajukan kasus intimidasi kriminal setelah Sharma diduga menerima ancaman pembunuhan. Pada Selasa 7 Juni, Polisi Delhi memberikan keamanan kepada Sharma dan keluarganya.

Pada Selasa, Polisi Maharashtra juga memanggil Sharma sehubungan dengan pernyataannya tentang Nabi Muhammad. Dia diminta untuk hadir di kantor polisi Mumbra di distrik Thane pada 22 Juni.

Dilansir dari Sputnik News, Nupur Sharma mengolok-olok Al-Qur'an karena mengatakan "Bumi itu bulat". Pernyataan tentang Nabi Muhammad itu memicu kemarahan besar-besaran di kalangan Muslim India.

"Nabi Muhammad menikahi seorang gadis berusia enam tahun dan kemudian berhubungan seks dengannya pada usia sembilan tahun," ucap Nupur Sharma dalam video tersebut, yang mengarah ke Aisyah, istri Nabi Muhammad.

Politikus India, Nupur Sharma, pun memberikan klarifikasi terkait kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad yang dilakukannya. Ia menilai sebagai bentuk pembelaannya pada agamanya. 

"Saya menghadiri debat TV selama beberapa hari terakhir di mana Mahadev kami dihina dan tidak dihormati terus menerus," cuit dia melalui akun @NupurSharmaBJP. 

Ia merasa Shivling, arca yang digunakan untuk mewakili Dewa Siwa, dianggap sebagai air mancur. "Shivling juga diejek dengan membandingkannya dengan rambu dan tiang pinggir jalan di Delhi," tambah Nupur Sharma. 

"Saya tidak bisa mentolerir penghinaan dan ketidakhormatan terus-menerus ini terhadap Mahadev kami dan saya mengatakan beberapa hal untuk menanggapinya," tutur dia. 

Namun, Nupur Sharma meminta maaf jika pernyataan dia dalam debat TV itu menyebabkan sakit hati pihak lain dan menimbulkan amarah. 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait