narkobasabuganja

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Narkoba, Eks Sekretaris Partai Direhab

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Narkoba, Eks Sekretaris Partai Direhab
Ilustrasi. Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung telah menetapkan satu tersangka terkait kasus narkoba yang melibatkan mantan sekretaris DPW salah satu partai di Lampung.

Total ada tiga orang yang ditangkap pada Selasa, 5 Januari 2021, yakni Yowcy Defri (37), warga Jalan Pangeran Tirtayasa, Sukabumi; Wira Cipiaji (29), warga Pesawaran; dan Dharma Wijaya (52), warga Jalan M Yamin, Enggal. Informasi yang didapat lampost.co, Dharma Wijaya merupakan eks Sekretaris DPW salah satu partai di Lampung.

Baca juga: Mantan Sekretaris Partai dan Owner Cafe Ditangkap Kasus Narkoba

 

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Lampung Kompol Alsyahendra mengatakan usai pemeriksaan secara intensif dan gelar perkara, hanya Yowcy yang ditetapkan sebagai tersangka. Sementara Dharma, dan Wiji bakal direhablitiasi.

"Di kediaman YC (Yowcy) kami amankan 0,2 gram sabu, beserta 8 bungkus klip, serta sisa alat pakai. Dia ini pengedar dan residivis, belum lama bebas," ujarnya Rabu, 6 Januari 2020.

Ia menambahkan, saat ditangkap dan dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya narkoba atau alat isap pada Darma dan Wiji. Akan tetapi urine keduanya positif mengkonsumsi methampetamine.

Awalnya aparat menangkap Yowcie setelah diperiksa, didapat informasi ada pemesanan barang haram terhadap Yowcie oleh Wira. Wira yang beperan sebagai kurir membawakan barang haram ke Dharma Wijaya beberapa hari yang lalu.

"Jadi urine ketiganya positif, tapi tidak ada padanya barang itu (narkoba), WC (Wiji) dan DW (Dharma Wijaya) pakainya beberapa hari yang lalu," katanya.

Pemasok barang haram ke Yowcie selaku pengedar masih dikembangkan aparat. Sementara Dharma dan Wiji bakal direhablitiasi. Polda telah berkoordiasi dengan tim Assement Terpadu (TAT) yang ada di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung.

"Kita sudah koordinasi dengan BNNP, dan berkas assement/rehab sedang disiapkan, karena mereka ini pengguna," paparnya.

Yowcie dijerat pasal 114 (2) sub 112 (2) UU nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika, dengan ancaman pidana maskimal seumur hidup.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait