#beritalampung#beritalampura#kriminal

Polisi Terus Memburu Pelaku Pembunuhan Petani Kopi di Banjit

Polisi Terus Memburu Pelaku Pembunuhan Petani Kopi di Banjit
Petugas tengah melakukan identifikasi terhadap Acang (62), petani kopi warga Kampung Bonglai yang ditemukan tewas mengenaskan. Dok/Warga


Kotabumi (Lampost.co): Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran untuk mengungkap kasus  pembunuhan terhadap Acang (62), warga Dusun Jaya Laksana, Kampung Bonglai, Kecamatan Banjit, Way Kanan.

Kepala Biro Operasional (KBO) Sat Reskrim Polres Lampung Utara, Ipda Joko, mengatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan terhadap Acang.

"Dari hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi-saksi, korban diduga kuat dibunuh oleh anak kandungnya yang keberadaanya masih dilakukan pencarian," ujarnya, Selasa, 15 November 2022.

Baca juga:  MoU PGRI-Polda Lampung Diharapkan Melindungi Guru dari Kriminalisasi

Joko menjelaskan dari hasil keterangan pihak keluarga, anak korban diketahui mengalami ganguan jiwa dan pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Lampung.

"Kami dibantu warga masih terus melakukan pencarian terhadap anak korban yang kabur, yang diduga kuat masih membawa senjata tajam yang dipergunakan untuk membunuh orang tuanya tersebut," kata dia.

Sebelumnya, seorang petani ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bacok di sekujur tubuhnya di belakang gubuk pada kebun kopi di Kampung Tajungbaru Timur, Bukit Kemuning, Lampung Utara, Minggu, 13 November 2022, pukul 17.30 WIB. Korban mengalami luka bacok di leher, telinga, dan kepala belakang.

Korban pertama kali ditemukan Nisal Hadi (43) warga Kampung Bonglai, Kecamatan Banjit yang hendak mencari sayur pakis di rawa sekitar dekat gubuk milik korban.

Namun, ketika melintasi dekat gubuk milik korban, saksi menemukan adanya sesosok tubuh yang diketahui bernama Acang dalam posisi tubuh terlentang dengan kondisi luka berlumuran darah.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait