#pemerkosaan

Polisi Tangkap Ayah Radupaksa Anak Selama Belasan Tahun di Lamtim 

Polisi Tangkap Ayah Radupaksa Anak Selama Belasan Tahun di Lamtim 
Tersangka diamankan di Mapolsek Pekalongan, Lampung Timur. Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya


Sukadana (Lampost.co) -- Jajaran Polsek Pekalongan meringkus HM (60), karena diduga memperkosa anak kandungnya, MV (31) yang sudah bersuami. Mirisnya lagi, aksi bejat HM dilakukan sejak MV duduk di bangku SMP, belasan tahun silam.

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur (Lamtim), AKP Ferdiansyah menjelaskan, penangkapan HM bermula dari laporan korban ke Mapolsek Pekalongan. Korban melaporkan bahwa dirinya telah diperkosa pada Rabu, 24 Agustus 2021, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

"Saat itu korban sedang tidur di dalam kamar dan tersangka masuk," kata Kasat, Kamis, 2 September 2021. 

Baca: Pos Polisi di Daerah Rawan Penjambretan Selalu Kosong

 

Saat akan dirudapaksa, korban yang terbangun langsung memberontak. Akan tetapi, HM menodongkan sebilah golok sepanjang 30 cm ke leher korban sambil mengancam akan membunuh jika nafsu bejatnya tak dilayani.

"Tiga hari kemudian atau pada Jumat, 27 Agustus 2021, sekitar pukul 15.30 WIB, tersangka hendak kembali mengulangi aksi bejat tersebut namun batal," kata dia. 

Saat itu korban masih sempat melawan, hingga beberapa saat kemudian tetangga berdatangan. Melihat banyak warga masuk, tersangka kabur.

Korban yang sudah tidak tahan dengan perlakuan bejat dari sang ayah, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pekalongan. 

"Sementara tersangka yang sempat kabur akhirnya ditemukan warga bersembunyi di sebuah gubuk di areal perladangan milik warga di wilayah Kecamatan Pekalongan," kata Kasat. 

Tersangka yang sempat menjadi bulan-bulanan warga itu akhirnya diamankan jajaran Polsek Pekalongan pada Selasa, 31 Agustus 2021, sekitar pukul 22.30 WIB.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa sebilah golok dan keris.

“Saat ini tersangka sudah diamankan di mapolsek Pekalongan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” kata AKP Ferdiansyah.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 285 KUHP dan 81 UU 23 tahun 2002 tentang perlidungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait