#videoviral#ASN

Kasus ASN Lampung Ngamuk kepada Tukang Bubur Diselidiki

Kasus ASN Lampung Ngamuk kepada Tukang Bubur Diselidiki
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung menyelidiki kasus dugaan ancaman kekerasan yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Lampung. Dalam rekaman video yang beredar sang ASN mencak-mencak di warung bubur ayam karena pesanannya tak kunjung datang.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, mengatakan sudah menyelidiki dan secepatnya memproses kasus tersebut.

Baca juga: Pesanan Tak Kunjung Datang, Seorang ASN Mengamuk di Warung Bubur

"Barang bukti yang kita temukan yakni batu saat digunakan untuk melempar ke arah pelapor sesuai video yang beredar saat terjadi perdebatan," kata Resky, Jumat, 13 Agustus 2021

Ia menjelaskan pemicu awal terjadinya peritiwa itu adalah saat terlapor (Arfan) dan pelapor (Royan) sama-sama memesan makanan. Namun karena terlapor telah menunggu cukup lama namun tak kunjung dilayani, sehingga ia kesal dan marah kepada pedagang.

"Karena pelapor ini membela tukang bubur tersebut justru malah dia yang terlibat konflik dengan terlapor. Pasal yang dikenakan yakni 335 KUHP perbuatan ancaman kekerasan atau kekerasan yang dilakukan dengan ancaman 4 tahun penjara," ujarnya.

Terpisah, Arfan mengklaim dirinya saat itu tidak mendapatkan pelayanan dengan baik sehingga menepuk meja dan pergi.

"Saya pergi justru dia (Royan) ini ngikutin saya. Malah dia ini bilang sini-sini kamu, kamu ga boleh kayak gitu terus saya bilang emang kapasitas kamu apa. Malah dia bilang saya ini pembela rakyat kecil disitulah perdebatan dimulai," katanya

Sebelumnya, Ramadhiyan Eka Saputra atau dikenal Ustad Royan telah melaporkan oknum ASN berinisial Arfan yang mengamuk di lapak pedagang bubur di Jalan ZA Pagar Alam di Museum Lampung ke Polresta Bandar Lampung.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait