#LIMBAHMEDIS#BERITALAMPUNG

Polisi Sebut Pembuangan Limbah Medis Tidak Sesuai Prosedur

Polisi Sebut Pembuangan Limbah Medis Tidak Sesuai Prosedur
Limbah Medis. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) — Hasil penyelidikan sementara kasus pembuangan limbah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung menyatakan bahwa proses pembuangan sampah yang dilakukan petugas tidak sesuai prosedur operasional standar atau standard operating procedure (SOP). Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh anggota Ditreskrimsus Polda Lampung, Iptu GM Saragih saat menjadi pembicara pada webinar bersama Walhi Lampung, Kamis, 4 Maret 2021.

“Kami sudah meminta keterangan dari Kepala UPT Bakung (Abd. Setiawan Batin) bagaimana SOP yang seharusnya. Ternyata keterangan dan fakta lapangannya tidak sesuai,” ujarnya.

Adapun prosedur yang dimaksud yakni mobil truk sampah masuk harus langsung ditimbang. Selanjutnya, petugas melakukan pencatatan hasil timbang, lalu mengarahkan mobil ke pembuangan sampah yang telah ditentukan. Setelah itu, mobil sampah membongkar sampah di pengomposan, dilanjutkan dengan mobil sampah di dumping station pada sel yang telah ditentukan. Terakhir alat berat buldoser dan ekskavator meratakan dan memadatkan sampah yang datang.

Menurut Iptu Saragih, keterangan tersebut tidak sesuai dengan fakta lapangan. Karena fakta yang ada adalah pengolahan sampah dan kompos tidak ditemukan di wilayah TPA Bakung, dan timbangan tidak berfungsi.

“Salah satu saksi dari DLH yang kami panggil adalah (HB) sebagai pengemudi. Mobil yang dikendarai HB tidak pernah terdata dan terdaftar di jembatan timbang,” katanya.

Tidak berhenti pada ketidaksesuaian SOP saja, Iptu Saragih juga mengatakan bahwa truk yang dikendarai HB selalu membuang sampah pada tempat yang tidak semestinya.

“HB tidak terdata sebagai pengangkut atau pengendara. Dalam satu bulan, truk DLH mengangkut sampah 24 kali dalam sebulan sesuai Perwali, tapi datanya tidak pernah ada di TPA Bakung,” ujarnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait