#beritalampung#beritatanggamus#pencabulan

Polisi Ringkus Paman Ipar Pelaku Cabul Keponakan di Tanggamus Sampai Hamil 7 Bulan

Polisi Ringkus Paman Ipar Pelaku Cabul Keponakan di Tanggamus Sampai Hamil 7 Bulan
Polres Tanggamus menangkap seorang pria 25 tahun berinisial FA dalam dugaan tindak pidana pencabulan dan atau persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Dok/Polres Tanggamus


Tanggamus (Lampost.co): Polres Tanggamus menangkap seorang pria berinisial FA (25) atas dugaan tindak pidana pencabulan atau persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Penangkapan pelaku dilakukan petugas setelah orang tua korban melapor ke Polres Tanggamus, lantaran tidak terima anak gadisnya telah digagahi pelaku bahkan hingga hamil dengan usai kandungan 7 bulan.

Pelaku merupakan bagian keluarga korban yang merupakan suami bibi korban atau sebagai paman ipar.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Hendra Safuan mengatakan pelaku ditangkap atas dasar laporan pada 22 Agustus 2022.

"Berdasarkan penyelidikan laporan dan alat bukti yang diamankan, pelaku ditangkap saat berada di rumahnya, kemarin, Rabu, 24 Agustus 2022," kata Iptu Hendra Safuan, Jumat, 26 Agustus 2022.

Kasat menjelaskan kronologis kejadian bermula pada Oktober 2021 sekitar pukul 19.00 WIB, pelaku FA datang ke rumah korban meminta ditemani mengambil mobil di Pekon Margodadi menggunakan sepeda motor.

Saat di perjalanan, pelaku membelokkan motornya ke arah perkebunan dan memaksa untuk melakukan hubungan suami istri. Kemudian melanjutkan mengambil mobil pikap L300 tersebut.

Tak hanya itu, pada Desember 2021, pelaku kembali melakukan aksinya di perkebunan di Pekon Simpang Kanan dan aksi ketiga pada akhir Desember sekitar pukul 14.00 WIB di rumah korban pada saat orang tua korban tidak ada.

"Akibat kejadian tersebit, korban hamil 7 bulan. Sehingga orang tuanya melapor ke Polres Tanggamus," katanya.

Sambungnya, berdasarkan hasil pemeriksaan, motif yang dilakukannya pelaku dengan melakukan ancaman dan juga mengiming-iming korban sehingga korban tidak melapor kepada orang tuanya.

Saat ini pelaku dan barang bukti pakaian korban diamankan di Mapolres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

"Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 76 D Jo Pasal 81 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait