#PENGANIAYAAN

Polisi Periksa Sejumlah Saksi soal Pemukulan Driver Ojol

Polisi Periksa Sejumlah Saksi soal Pemukulan Driver Ojol
Ilustrasi pemukulan. Foto: Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perkara dugaan pemukulan yang dilakukan oleh Satgas Gojek, Erwan,terhadap driver ojol, Tomo Sumitro, di  Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Telukbetung Utara, terus berlanjut. Polresta Bandar Lampung sudah memeriksa beberapa saksi dari korban Tomo Sumitro.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Devi Sujana mengatakan pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi dari terlapor atas dugaan penganiayaan tersebut.

"Beberapa saksi sudah kami periksa  dari pelapor,"katanya, Selasa, 12 Oktober 2021.

Dugaan pemukulan tersebut diatur dalam Pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan ancaman maksimal tiga bulan kurungan.

Baca juga: Driver Ojol Korban Pengeroyokan Pegawai Resto Menolak Berdamai

Satgas Gojek, Erwan membantah adanya pemukulan terhadap driver Ojol Tomo Sumitro. Saat itu mereka sudah berdamai karena terjadi kesalahpahaman kedua belah pihak.

"Tidak ada tindakan kekerasan yang terjadi. Yang bersangkutan kami panggil ke kantor untuk minta penjelasan informasi pendaftaran jalur VIP yang dituduhkan, tapi Tomo ini seolah menuduh kami bisa mendaftarkan jalur VIP padahal tidak ada," ujar dia. 

Menurut Erwan saat itu, ia memang terpancing emosi karena tekanan kerjaan. Karena di lapangan beredar pihaknya bisa mendaftarkan jalur VIP padahal tidak sama sekali. Meski emosi, pemukulan yang dituduhkan Tomo tidak terjadi. 

"Jadi, bukan saya pukul, saya cuma menepuk pipi dia dan itu tidak keras," kata Erwan.

Diketahui, puluhan pengemudi ojek online (ojol) Bandar Lampung menggruduk Mapolresta Bandar Lampung untuk melaporkan adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh satgas gojek di depan kantor Gojek, Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Telukbetung Utara.  

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait