#sara

Polisi Periksa Abu Janda soal Islam Arogan

Polisi Periksa Abu Janda soal Islam Arogan
Abu Janda (Foto:Dok Twitter)


Jakarta (Lampost.co) -- Pegiat media sosial (medsos) Abu Janda alias Permadi Arya selesai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. Dia diperiksa selama 12 jam selaku terlapor dalam kasus dugaan ujaran kebencian. 
 
"Saya datang lebih pagi, saya diperiksa sudah 12 jam, pertanyaan saya sudah enggak kehitung lagi mungkin 50 pertanyaan pasti lebih," kata Abu Janda di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 1 Februari 2021. 
 
Puluhan pertanyaan itu mengenai cuitannya terkait Islam arogan. Polisi menggali kronologi hingga motif cuitan Islam arogan yang diunggah Abu Janda di media sosial Twitter-nya.

"Intinya saya menjelaskan saya sebagai saksi dipanggil untuk klarifikasi menjelaskan apa yang saya maksud dengan itu (Islam arogan). Jadi saya sudah jelaskan ke penyidik bahwa twit saya yang bikin ramai itu adalah twit jawaban saya kepada Ustaz Teungku Zul," ungkap Abu Janda.
 
Dia mengaku cuitan itu merespons twit dari Teungku Zul di media sosial-nya. Kata arogan, menurut dia, bukan keluar dari pikirannya, melainkan meminjam kata-kata ustaz Teungku Zul.
 
"Jadi ketika saya mengatakan arogan itu karena saya merespons twit provokatif Teungku Zul yang mengatakan bahwa minoritas di negeri ini arogan ke mayoritas. Di situ lah keluar kata arogan itu," ujar Abu Janda.
 
Dia menyebutkan Islam sebagai agama yang arogan melalui akun Twitter-nya sekitar pukul 22.58 WIB pada Senin, 25 Januari 2021. Ungkapan tersebut merupakan balasan Abu Janda untuk cuitan ustaz Tengku Zulkarnaen. 
 
Awalnya, Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, membahas soal kondisi minoritas dan mayoritas di Afrika Selatan di masa politik Apartheid. 
 
"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, Apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit @ustadztengkuzul.
 
Abu Janda pun membalas; "Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," timpal Abu Janda lewat akun Twitter @permadiaktivis1.
 
Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim pada Jumat, 29 Januari 2021. Dia diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 156 A Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Penistaan Agama.
 
Sehari sebelumnya, Abu Janda dilaporkan terkait ujaran kebencian mengandung SARA yang dilontarkan kepada tokoh Papua Natalius Pigai. Abu Janda mengejek mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dengan sebutan evolusi di akun Twitter miliknya. Isi cuitannya, yakni 'Kau @NataliusPigai2, apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belom kau?'. 
 
Dia diduga melanggar Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 27 Ayat (3) dan/atau Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), kebencian atas permusuhan individu, atau antargolongan (SARA), Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait